Pasuruan, Awosmedia.com, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memberikan bantuan berupa 1 unit truk untuk Transportasi Sekolah siswa Desa Petung, Kecamatan Pasrepan.
Bantuan tersebut diserahkan langsung Kepala Disdikbud Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti yang diterima Kepala Desa Petung, H. Mursidi, dan disaksikan Kabid Pendidikan Dasar, M. Samsyudin serta Kepala Sekolah SMPN 3 Pasrepan, Arif Musyidi dan pihak terkait.
Ucapan Terima Kasih Kades Petung
Kepala Desa Petung, H. Mursidi, bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Bupati Pasuruan dan Kepala Disdikbud yang mengabulkan permohonan sarana transportasi untuk antar jemput sekolah bagi anak-anak Desa Petung.
“Terima kasih kepada Bupati Pasuruan yang telah memberikan Kendaraan untuk antar jemput sekolah, serta Kadisdikbud yang tak pernah jemu berkoordinasi hingga terwujudnya mobil ini,” ungkap Mursidi.
Program bantuan ini menjawab persoalan klasik yang bertahun-tahun membayangi dunia pendidikan di wilayah pedesaan, yakni keterbatasan akses dan minimnya sarana transportasi aman bagi pelajar.

“Kami tidak ingin anak-anak kehilangan masa depannya hanya karena persoalan transportasi. Pendidikan itu harus bisa diakses dengan aman oleh semua anak,” pungkas Kades Petung.
Kondisi Geografi Jadi Penghambat
Kepala Sekolah SMPN 3 Pasrepan, Arif Musyidi mengatakan bantuan transportasi sekolah tersebut menjadi angin segar bagi ratusan siswa yang tinggal di Desa Petung.
Kondisi geografis yang berbukit serta jarak tempuh yang jauh membuat perjalanan ke sekolah kerap penuh risiko. Mereka harus berjuang melewati medan yang berat demi menuntut ilmu.
Baca juga: Kapal Kontainer Terbakar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya
“Dengan adanya bantuan sarana antar jemput, kini para siswa dapat berangkat dan pulang sekolah dengan lebih aman, nyaman, dan terjadwal,” tuturnya.
Simak juga: https://youtube.com/shorts/g6IHrLys2xw?si=E0YgYBW1NT_Xo2-o
Arif menambahkan, meski mereka harus menghadapi tantangan alam sekaligus keterbatasan fasilitas, namun mereka niat berangkat ke sekolah. Ketekunan inilah yang kemudian mendorong berbagai pihak untuk mencari solusi nyata.
Tantangan Akses Pendidikan di Wilayah Desa
Sebelum adanya bantuan ini, perjalanan menuju sekolah bukan perkara mudah bagi siswa. Mereka juga dibantu mobil pickup milik Kades yang tentunya membahayakan karena medannya naik turun pegunungan.
“Jika hujan mereka tentu kehujanan dan besoknya tidak sekolah karena baju belum kering. Kondisi tersebut yangberpotensi meningkatkan angka ketidakhadiran siswa hingga risiko putus sekolah,” ujarnya.
Kolaborasi Sekolah, Desa, dan Pemerintah
Hadirnya sarana transportasi antar jemput sekolah di Desa Petung merupakan hasil kolaborasi antara pihak sekolah, kepala desa, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah Pasuruan.
Proses panjang dilakukan melalui audiensi dan koordinasi intensif dengan Disdikbud Kabupaten Pasuruan serta instansi terkait demi pendidikan anak yang berkelanjutan di Desa Petung.
Pemkab Pasuruan akhirnya merespons aspirasi tersebut dengan menghadirkan armada transportasi sekolah yang memenuhi standar keamanan.
Armada tersebut akan dioperasikan secara terjadwal untuk mengantar dan menjemput siswa dari titik-titik tertentu di desa menuju sekolah.
Dampak Positif Bagi Siswa dan Orang Tua
Kehadiran armada tersebut meningkatkan rasa aman dan kenyamanan bagi siswa selama perjalanan. Orang tua pun merasa lebih tenang karena keselamatan anak-anak mereka lebih terjamin.
Selain itu, efisiensi waktu, kini mereka juga dapat tiba di sekolah dalam kondisi segar dan siap untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Bantuan Armada Wujud Komitmen Pemkab Pasuruan Dunia Pendidikan
Kabid Pendidikan Dasar, M. Samsyudin mengatakan, program ini sebagai langkah strategis meningkatkan angka partisipasi sekolah, khususnya di wilayah terpencil.
“Melalui program bantuan armada tersebut Pemkab Pasuruan telah menegaskan akan komitmennya untuk terus memperbaiki akses pendidikan di daerah pelosok,” ujar Samsyudin.
Inisiatif Desa Petung ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain yang menghadapi persoalan yang serupa serta menjadi simbol harapan baru bagi masa depan pendidikan di Kabupaten Pasuruan
Fandi/Gio



