Training Needs Analysis Pasuruan Jembatani Kesenjangan Skill Pencaker

Pasuruan, Awosmedia.com,- Training Needs Analysis (TNA) yang digelar Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan bertujuan menjembatani kesenjangan skill pencari kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Kegiatan ini berlangsung pada 22 Oktober 2026 di salah satu hotel di Pasuruan.

Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori membuka acara secara resmi. Ketua APINDO Kabupaten Pasuruan Nurul Huda, Ketua HR Club Wahyu Budi Prianto, dan Ketua KADIN Eko Widiatmo hadir bersama sejumlah undangan lain.

Sebanyak 100 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka mewakili perusahaan di bidang manufaktur, jasa, hingga hospitality di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Analisis Kebutuhan Pelatihan Langsung dari Perusahaan

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan Rachmat Syarifuddin menjelaskan bahwa TNA merupakan analisis kebutuhan pelatihan yang dilakukan langsung di lingkungan perusahaan. Disnaker menjalankan langkah ini secara sistematis agar kompetensi pekerja mengikuti dinamika industri modern yang berubah cepat.

“Di dalam pemikiran kami, bagaimana caranya dapat mengurangi gap antara kebutuhan perusahaan dengan kemampuan skill para pencaker. Sehingga kami bisa melangkah dan apa yang kami lakukan sesuai keinginan industri,” kata Rachmat.

Selama Training needs Analysis berlangsung, perusahaan memperoleh matriks kebutuhan pelatihan yang terarah. Rachmat mencontohkan, jika petugas menemukan kesenjangan keahlian di lapangan, program tindak lanjutnya dapat dipetakan secara terukur.

TNA Jadi Langkah Awal Penyusunan Program

Shobih Asrori menegaskan bahwa TNA merupakan langkah awal yang penting dalam menyusun program pelatihan. Hasilnya membantu Disnaker mengidentifikasi potensi daerah sekaligus mencocokkan kebutuhan daerah dengan sumber daya yang tersedia.

“TNA yang dilakukan dengan baik akan dapat memberikan pelatihan dengan orang yang benar, metode yang tepat serta kompetensi yang sesuai,” tegas Shobih.

Pelaku usaha ikut menentukan arah pelatihan melalui forum ini. Mereka menyampaikan kebutuhan kompetensi secara langsung, sehingga Disnaker tidak perlu menebak keterampilan apa yang dicari industri.

Harapan Menekan Angka Pengangguran

Shobih berharap hasil TNA ditindaklanjuti dengan program yang mengurangi jumlah pengangguran di Kabupaten Pasuruan. Menurut dia, perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja pasti merekrut pencari kerja yang memiliki keterampilan memadai.

Jika semakin banyak warga terserap dunia kerja, angka pengangguran di daerah ikut menurun. Karena itu, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga pelatihan perlu menjalankan hasil pemetaan ini secara konsisten.

Bagi pencari kerja di Pasuruan, TNA membuka peluang mendapatkan pelatihan yang benar-benar sesuai kebutuhan industri. Dengan bekal itu, mereka berpeluang lebih besar masuk ke dunia kerja, dan perusahaan pun lebih mudah menemukan tenaga yang siap pakai.

Ananda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *