Jakarta, Awosmedia.com,- Suhu maksimum harian di sejumlah wilayah Indonesia mencatatkan angka yang cukup signifikan dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lonjakan suhu tertinggi terpantau terjadi di wilayah Sulawesi Tenggara.
Stasiun Meteorologi Haluoleo di Konawe Selatan mencatatkan suhu udara mencapai 35,0 derajat Celsius, menjadikannya titik terpanas di tanah air pada periode pengamatan 7 hingga 8 Februari 2026.
Baca juga: Ketua Umum HPK Klarifikasi Tuduhan Lakukan Pelanggaran HAM
Kondisi cuaca terik ini tidak hanya mendominasi wilayah Sulawesi, tetapi juga merata di sebagian besar pulau besar lainnya seperti Papua, Sumatera, dan Kalimantan.
Di posisi kedua, Stasiun Meteorologi Tanah Merah di Boven Digoel, Papua, mencatatkan suhu sebesar 34,6 derajat Celsius.
Sementara itu, wilayah Sumatera Utara melalui Stasiun F.L. Tobin mencatatkan angka 34,4 derajat Celsius, bersaing ketat dengan Stasiun Iskandar di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Sebaran Titik Panas di Berbagai Wilayah
Data BMKG menunjukkan bahwa pola suhu tinggi ini tersebar secara sporadis namun intens.
Kalimantan Tengah menjadi salah satu provinsi yang menyumbangkan lebih dari satu titik panas dalam daftar 20 besar nasional.
Selain Kotawaringin Barat, Palangkaraya juga mencatatkan suhu 34,3 derajat Celsius melalui Stasiun Tjilik Riwut.
Simak juga: https://www.instagram.com/p/DUe1cK3geBK/?img_index=2&igsh=aHJxYmZ0a2JzMW9u
Fenomena ini mengindikasikan adanya tutupan awan yang minim dan radiasi matahari yang optimal mencapai permukaan bumi di wilayah tersebut.
Pihak BMKG terus memantau pergerakan dinamika atmosfer yang memicu kondisi ini. Secara umum, suhu di atas 33 derajat Celsius pada siang hari mulai merata dari wilayah barat hingga timur Indonesia.
Di Jawa Timur, Stasiun Abdul Rahman Saleh di Malang mencatatkan suhu 33,8 derajat Celsius, sebuah angka yang cukup tinggi untuk wilayah yang biasanya dikenal memiliki suhu udara lebih sejuk dibandingkan pesisir utara.
Dampak dan Imbauan Kesehatan Masyarakat
Merespons kondisi suhu udara yang menyengat ini, para ahli kesehatan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dehidrasi dan kelelahan akibat panas (heat exhaustion).
Aktivitas luar ruangan pada siang hari, terutama antara pukul 11.00 hingga 15.00 WIB, memerlukan perlindungan ekstra seperti penggunaan tabir surya, topi, dan pemenuhan asupan cairan yang cukup agar metabolisme tubuh tetap terjaga di tengah cuaca ekstrem.
Selain dampak kesehatan, suhu yang tinggi juga memiliki korelasi terhadap penurunan tingkat kelembapan di beberapa area hijau, yang meningkatkan risiko kebakaran lahan jika tidak dimitigasi dengan baik.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap siaga dan terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi guna menghindari disinformasi terkait anomali suhu udara.
Pentingnya Mitigasi Perubahan Iklim Lokal
Fenomena kenaikan suhu harian ini menjadi pengingat penting mengenai fluktuasi iklim yang semakin dinamis di Indonesia.
Meski fluktuasi suhu harian merupakan hal lumrah dalam siklus cuaca, konsistensi angka di atas 34 derajat Celsius memerlukan perhatian dalam tata kelola lingkungan perkotaan dan ruang terbuka hijau untuk meredam efek pulau panas (urban heat island).
”Data suhu maksimum ini merupakan hasil pengamatan riil dari jejaring stasiun meteorologi di seluruh Indonesia selama 24 jam terakhir,” tulis BMKG dalam keterangan publikasi resminya.
Transparansi data ini diharapkan mampu membantu sektor penerbangan, pertanian, dan kesehatan dalam merencanakan aktivitas harian secara lebih akurat dan aman.
Ananda.




One thought on “Suhu Maksimum Harian Indonesia Capai Angka 35 Derajat”