Solusi Kongkret DR Koen Atasi Problem Sampah di Malang

Malang, Awosmedia.com,- Solusi kongkret DR Koen dipaparkan guna mengatasi problem sampah dan IPAL rumah tangga melalui program “Pelatihan Penguatan Petugas Sanitasi untuk Mengembangkan TTG 5 Pilar”.

Solusi Kongkret DR Koen difokuskan pada penguatan dalam pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga yang berbasis masyarakat melalui penggunaan teknologi tepat guna.

Kegiatan tersebut digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dan Dinas Kesehatan Kesehatan Provinsi Jawa Timur dengan menghadirkan Direktur Utama WC-KOEN, DR. Koen Irianto Uripan, S.H., S.M., M.M., sebagai narasumber utama bersama tim APPSANI Surabaya.

Pelatihan tersebut diikuti oleh petugas kesehatan lingkungan Puskesmas dan kader kesling se-Kabupaten Malang sebagai ujung tombak perubahan di masyarakat.

Baca juga: TTG STBM Dinkes Perkuat Pengelolaan Limbah Rumah Tangga

Masalah Sampah Masih Dominan

Permasalahan sampah rumah tangga di Kabupaten Malang masih menjadi tantangan serius. Berdasarkan data hingga Desember 2025, penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), khususnya Pilar 4 dan Pilar 5, belum berjalan optimal.

Pada pengelolaan sampah, masyarakat masih belum konsisten melakukan pemilahan dari sumbernya. Penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) juga belum maksimal sehingga volume sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) terus meningkat.

Selain itu, pengelolaan limbah cair rumah tangga juga masih rendah. Banyak rumah tangga belum memiliki sistem sederhana seperti grease trap atau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Limbah cair umumnya langsung dibuang ke saluran tanpa pengolahan. Kondisi tersebut berpotensi mencemari lingkungan dan berdampak pada kesehatan masyarakat.

TTG jadi solusi praktis

Dalam pemaparannya, DR. Koen Irianto Uripan menegaskan bahwa solusi dalam permasalahan sampah harus dimulai dari rumah tangga lewat pendekatan Teknologi Tepat Guna (TTG).

“Masalah sampah tidak cukup diselesaikan dengan sistem besar. Harus dimulai dari rumah tangga dengan solusi yang sederhana dan bisa diterapkan langsung,” tegasnya.

Ia menambahkan, teknologi yang digunakan harus mudah dibuat dan tidak bergantung pada bantuan eksternal.“Kalau masyarakat bisa mengelola sampahnya sendiri, maka beban lingkungan akan berkurang signifikan,” ujarnya.

Peserta pelatihan mendapatkan praktik langsung pembuatan komposter, pemilahan sampah, hingga pengolahan limbah cair sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan rumah.

Penguatan Petugas Sanitasi

Kabid Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Imam Mashuda, M.H., membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya peningkatan kapasitas petugas sanitasi.Ia menyebut percepatan STBM membutuhkan peningkatan akses sanitasi, kualitas lingkungan, serta perubahan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Petugas kesling harus menjadi motor penggerak perubahan di masyarakat,” ujarnya.

Dukungan Dari Provinsi

Wakil Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Ika Puspitasari, S.KL., M.KL, menyatakan bahwa penguatan kapasitas petugas menjadi strategi utama dalam keberhasilan program sanitasi.

“Program STBM harus menjadi gerakan masyarakat. Itu bisa tercapai jika petugas di lapangan memiliki kapasitas yang kuat,” katanya.

Pesan Bupati Malang

Bupati Malang berpesan agar seluruh petugas tetap konsisten menjalankan tugas di tengah berbagai program prioritas daerah seperti SLHS, SPPG, dan MBG.

Peningkatan kapasitas petugas kesehatan lingkungan menjadi langkah penting dalam mempercepat penyelesaian masalah sampah dan limbah di daerah.

Arah solusi berkelanjutan

Pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan solusi kongkret terhadap problem sampah di Kabupaten Malang. Pendekatan TTG yang sederhana dan aplikatif diharapkan mampu mendorong kemandirian masyarakat dalam mengelola sampah dan limbah rumah tangga.

Dengan demikian, pengelolaan lingkungan dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada peningkatan kesehatan masyarakat.

Teguh

One thought on “Solusi Kongkret DR Koen Atasi Problem Sampah di Malang”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *