Sumatra, Awosmedia.com,- Siklon Tropis ARNAB muncul di Teluk Benggala pada 26 Oktober 2026 dan, menurut BMKG, tidak berdampak langsung terhadap cuaca maupun gelombang laut di Indonesia.
Bibit Siklon Tropis 90B, yang terbentuk di perairan yang sama pada 27 Oktober 2026, juga tidak memengaruhi kondisi tersebut.
Meski begitu, masyarakat tetap perlu waspada. Hujan sedang hingga sangat lebat melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dalam beberapa hari terakhir. BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di 14 wilayah pada 28-30 Oktober 2026.
Hujan Sumatra Bukan Akibat Siklon
BMKG memantau kedua sistem di Teluk Benggala dan menyimpulkan keduanya tidak memicu hujan di Indonesia. Hujan di Sumatra justru muncul dari dinamika atmosfer lain yang aktif di kawasan itu.
Gelombang Rossby Ekuatorial dan Mixed-Rossby-Gravity aktif di Sumatra bagian utara. Sirkulasi siklonik di Teluk Thailand ikut berperan. Daerah belokan angin dan konfluensi di tiga provinsi tersebut memperkuat pembentukan awan hujan.
Curah Hujan Tertinggi Tercatat di Langkat
Pos pengamatan BMKG mencatat curah hujan harian tertinggi pada 27 Oktober 2026. Pos Hujan Turangi Lama di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, merekam 131,0 mm. Pos Hujan Sei Langsat di Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat, mencatat 97,0 mm. AAWS Kutacane di Aceh Tenggara merekam 37 mm.
BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama sepekan ke depan. Aceh dan Sumatra Utara berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang. Sumatra Barat berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang.
Status Siaga Meluas hingga Pulau Jawa
Status siaga hujan lebat hingga sangat lebat berlaku di Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, dan Lampung. Status yang sama juga berlaku di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
BMKG mengajak warga memantau peringatan dini cuaca melalui www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial @infoBMKG.
Siklon ARNAB memang tidak menyentuh Indonesia, tetapi hujan lebat di banyak provinsi menunjukkan bahwa kewaspadaan tetap menjadi kunci. Informasi resmi yang diperbarui secara berkala membantu masyarakat mengambil keputusan lebih cepat dan menjaga keselamatan keluarga.
Ananda.



