Sidoarjo Kerahkan 8 Ekskavator Normalisasi Sungai Cegah Banjir

Sidoarjo, Awosmedia.com,- Sidoarjo kerahkan 8 ekskavator untuk mempercepat normalisasi delapan sungai dan saluran air di Kecamatan Candi dan Tanggulangin. Pemkab Sidoarjo menjalankan langkah tersebut sebagai upaya mengantisipasi banjir menjelang musim penghujan.

Satgas Alat Berat Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo mengerahkan alat berat untuk mengeruk sedimentasi dan material yang menyebabkan pendangkalan.

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana memantau langsung proses normalisasi di Saluran Sekunder Kedunguling, Desa Durungbanjar, Kecamatan Candi, Senin (21/9/2026).

Baca juga: 5.268 Pendonor Darah Sidoarjo Raih Penghargaan PMI

Normalisasi Sungai Sasar Wilayah Rawan Banjir

Pemkab Sidoarjo memprioritaskan sejumlah aliran sungai dan saluran yang mengalami pendangkalan. Kondisi tersebut dapat mengurangi kapasitas saluran dalam menampung debit air ketika hujan deras turun.

Salah satu lokasi pengerjaan berada di Saluran Sekunder Kedunguling sisi kiri dengan panjang sekitar 1,5 kilometer. Dua unit ekskavator bekerja melakukan pengerukan di saluran tersebut.

Selain Kedunguling, petugas juga melakukan normalisasi di sejumlah titik lain di Kecamatan Candi dan Tanggulangin.

Di Kecamatan Candi, pekerjaan mencakup Afvour Kedunguling di Desa Kedungpeluk, Afvour Link II di Desa Kedungkendo, serta Afvour Link III di Desa Klurak.

Sementara di Kecamatan Tanggulangin, normalisasi menyasar Saluran Gedangrowo, Sekunder Gedangrowo, dan Afvoer Ketapang.

Pemkab Percepat Pengerukan Sebelum Hujan

Mimik mengatakan pemerintah daerah akan terus memantau kondisi sungai melalui inspeksi lapangan. Pemantauan tersebut bertujuan memastikan pengerjaan berjalan sesuai kebutuhan sekaligus menemukan titik lain yang membutuhkan penanganan.

Pemkab Sidoarjo mengerahkan 8 ekskavator untuk normalisasi delapan sungai di Candi dan Tanggulangin guna mengantisipasi banjir musim hujan.

Upaya ini menjadi bagian dari mitigasi banjir karena pendangkalan sungai dapat mempersempit ruang aliran air. Ketika debit meningkat akibat hujan dengan intensitas tinggi, kondisi tersebut berpotensi memicu luapan.

Sebelumnya, Pemkab Sidoarjo kerahkan alat berat untuk normalisasi sungai di kawasan Candi dan Tanggulangin. Pada 16 September 2026, Bupati Sidoarjo Subandi meminta lima alat berat segera diturunkan untuk mempercepat pengerukan sebelum musim hujan.

Limbah Industri Jadi Perhatian

Selain pendangkalan, Pemkab Sidoarjo menyoroti kondisi air di Saluran Kedunguling yang diduga tercemar limbah industri.

Mimik meminta pemerintah desa dan Kecamatan Candi menindaklanjuti persoalan tersebut. Ia juga meminta pelaku industri mengoptimalkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar aktivitas industri tidak mencemari aliran sungai.

Penanganan sungai, menurut pemerintah daerah, tidak hanya membutuhkan pengerukan. Pemerintah juga perlu menjaga kualitas air dan mencegah masuknya limbah ke saluran.

Delapan Ekskavator Bergerak Bersamaan

Pengerahan delapan ekskavator menunjukkan percepatan penanganan sungai menjelang musim hujan. Satgas Alat Berat PUBMSDA bekerja di sejumlah titik yang membutuhkan pengerukan untuk mengembalikan kapasitas aliran.

Langkah tersebut diharapkan membantu memperlancar aliran air saat hujan sekaligus mengurangi risiko genangan di wilayah Candi dan Tanggulangin.

Pemkab Sidoarjo akan melanjutkan pemantauan dan normalisasi pada titik-titik yang dinilai membutuhkan penanganan. Pemerintah juga mendorong masyarakat dan pelaku usaha ikut menjaga kebersihan sungai agar fungsi saluran tetap optimal.

Dengan normalisasi, pengawasan sungai, serta pengendalian potensi pencemaran, Pemkab Sidoarjo menargetkan sistem aliran air lebih siap menghadapi peningkatan debit saat musim penghujan.

M. Hadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *