Musim Panen Durian Lumbang Tarik Minat Wisatawan Daerah

Pasuruan, Awosmedia.com,- Musim panen durian di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, mulai berlangsung dan menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah.

Aktivitas panen yang merata di sejumlah desa sentra durian mendorong peningkatan kunjungan masyarakat yang ingin menikmati durian langsung dari kebunnya.

Sejak awal Maret, petani durian di Desa Pancur, Kronto, Lumbang, dan Bulukandang disibukkan dengan kegiatan panen.

Buah durian yang jatuh matang langsung dipungut dan dijual kepada pedagang pengumpul maupun pengunjung yang datang langsung ke kebun.

Kondisi tersebut menciptakan suasana ramai di wilayah perbukitan Kecamatan Lumbang.

Selain transaksi jual beli, wisatawan juga memanfaatkan momen panen untuk menikmati durian khas Lumbang dengan harga relatif terjangkau.

Panen Mulai, Aktivitas Kebun Meningkat

Salah satu petani durian di Desa Pancur, Minarto, mengatakan musim panen tahun ini mulai terasa sejak awal bulan. Ia mengaku hampir setiap hari keluar masuk kebun untuk memanen durian yang sudah siap jual.

Minarto menjelaskan para pedagang dan pembeli kini lebih memilih datang langsung ke kebun. Cara tersebut dinilai lebih praktis karena pembeli bisa memilih durian sesuai selera dan kualitas.

“Saya tidak perlu membawa durian ke kota. Pembeli dan bakul datang langsung ke sini dan beli dalam jumlah banyak,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebun durian miliknya seluas enam hektare dengan usia tanaman rata-rata 10 hingga 12 tahun.

Dalam satu musim panen, satu pohon mampu menghasilkan puluhan hingga ratusan buah tergantung usia dan perawatan.

Varietas Unggulan Jadi Daya Tarik Wisata

Petani di Kecamatan Lumbang menanam berbagai varietas durian unggulan, seperti montong kani, bawor, musang king, hingga durian lokal khas desa.

Varietas montong kani menjadi yang paling banyak diminati karena dagingnya tebal, kulit tipis, dan rasanya legit.

Sementara itu, Desa Kronto dikenal memiliki durian khas seperti Si Kasmin, Si Laron, dan Si Karim. Ketiga jenis tersebut memiliki karakter rasa berbeda dan sudah dikenal luas oleh penikmat durian.

Petani durian Desa Kronto, Sodin, menyebut hasil panen tahun ini sedikit menurun akibat cuaca ekstrem saat masa bunga. Meski begitu, kualitas rasa durian tetap terjaga.

“Buah memang berkurang karena hujan deras saat berbunga, tapi rasa durian tetap khas dan manis,” katanya.

Pemerintah Dorong Wisata Durian Lumbang

Camat Lumbang, Didik Suriyanto, menegaskan Kecamatan Lumbang merupakan sentra durian terbesar di Kabupaten Pasuruan.

Ia menyebut musim panen durian menjadi momentum penting untuk menggerakkan ekonomi dan pariwisata lokal.

Menurut Didik, setiap desa di Lumbang memiliki karakter durian yang berbeda. Keunikan rasa tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin merasakan durian langsung dari daerah asalnya.

“Beda desa, beda rasa. Ini yang membuat wisatawan tertarik datang ke Lumbang,” ujarnya.

Didik mengajak masyarakat luar daerah untuk memanfaatkan musim panen sebagai ajang wisata agro.

Ia menilai kehadiran wisatawan mampu meningkatkan pendapatan petani, pedagang, serta pelaku usaha kecil di sekitar kebun durian.

“Panen raya biasanya berlangsung setelah Lebaran. Sekarang sudah mulai panen dan kami terbuka menyambut wisatawan,” pungkasnya.

Ananda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *