Sidoarjo, Awosmedia.com,- Kunjungan Wabup Sidoarjo ke UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) di Sidoarjo, Kamis (9/4/2026), menjadi momen pelepas rindu bagi Wakil Bupati Mimik Idayana terhadap puluhan anak yang diasuh di lembaga tersebut.
Setibanya di lokasi, ia langsung menuju ruang pengasuhan dan berinteraksi dengan anak-anak, mulai dari menggendong hingga mengajak mereka bermain.
Kunjungan ini dilakukan setelah sebelumnya tertunda sejak momen Lebaran akibat padatnya agenda pemerintahan.
Baca juga: Pemerintah Pastikan Kelancaran Haji 2026, Biaya Lebih Ringan
Dalam kesempatan tersebut, Mimik Idayana memastikan kondisi anak-anak dalam keadaan sehat sekaligus menyampaikan apresiasi kepada para pengasuh yang telah merawat mereka dengan penuh kesabaran.
Kondisi Balita dan Latar Belakang

Di UPT PPSAB Sidoarjo saat ini terdapat 46 balita yang diasuh dengan rentang usia 0 hingga 6 tahun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 14 anak merupakan penyandang disabilitas.
Selain itu, enam anak telah memiliki Calon Orang Tua Angkat (COTA), yang membuka peluang mereka untuk mendapatkan lingkungan keluarga baru.
Pelaksana tugas kepala UPT PPSAB, Sri Mariyani, menjelaskan bahwa sebagian besar anak berasal dari kasus penemuan bayi terlantar di berbagai wilayah Jawa Timur.
Simak juga: https://www.instagram.com/reel/DW6OUprkzFp/?igsh=OHV0Z2w2ZXVuN3Yw
Bahkan, lembaga tersebut baru saja menerima bayi berusia tiga hari. Sejumlah anak juga telah mengikuti pendidikan formal, baik di taman kanak-kanak maupun sekolah luar biasa (SLB).
Sistem Pengasuhan dan Tantangan
Pengasuhan balita di PPSAB Sidoarjo dilakukan secara bergiliran dalam tiga shift setiap hari.
Setiap shift melibatkan lima hingga enam pengasuh yang bertugas merawat anak-anak selama 24 jam secara bergantian.
Sistem ini dirancang untuk memastikan kebutuhan anak terpenuhi secara optimal.
Salah satu pekerja sosial, Pramutiya Safitri, menyebutkan bahwa pengasuhan berjalan cukup efektif berkat dukungan tenaga administrasi dan staf lainnya.
Namun, tantangan muncul ketika ada anak yang sakit dan harus dirawat di rumah sakit, karena membutuhkan pendamping khusus sehingga jumlah pengasuh di lokasi berkurang.
Kepedulian dan Dampak Sosial
Kunjungan Wabup Mimik Idayana ini mencerminkan perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan anak-anak terlantar.
Kehadiran langsung pejabat daerah diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu perlindungan anak.
“Alhamdulillah hari ini saya sudah melepas rasa kangen saya menemui anak-anak di sini,” ujar Mimik Idayana.
Kunjungan ini tidak hanya mempererat hubungan emosional antara pemerintah dan anak-anak asuh, tetapi juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tenaga sosial, dan masyarakat dalam menjamin masa depan anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus.
Ananda.



