Sidoarjo, Awosmedia.com,- Jelang Ramadan, Bupati Sidoarjo H. Subandi mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga stabilitas politik, keamanan, dan kenyamanan wilayah.
Ajakan tersebut disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Tim Pemantauan Perkembangan Politik di Daerah yang digelar di Fave Hotel Sidoarjo, Senin (9/2/2026), bersama pimpinan DPRD, Forkopimda, serta perwakilan organisasi keagamaan.
Dalam forum tersebut, Subandi menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif menjelang dan selama bulan suci Ramadan.
Baca juga: Satlantas Polres Pasuruan Apresiasi Hari Pers Nasional
Ia meminta semua pihak mengedepankan toleransi, khususnya dalam menyikapi perbedaan praktik ibadah.
Menurutnya, perbedaan jumlah rakaat salat tarawih tidak perlu diperdebatkan karena esensi Ramadan terletak pada sikap saling menghormati dan menjaga kerukunan sosial.
Tekankan Toleransi dan Ketertiban Umum
Subandi juga mengingatkan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) untuk aktif menjaga ketertiban umum selama Ramadan.
Ia secara khusus meminta Satpol PP meningkatkan pemantauan di lapangan, termasuk terhadap aktivitas pedagang kaki lima (PKL) yang menjual makanan pada siang hari.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah perlu melakukan pendekatan persuasif melalui sosialisasi kepada para PKL.
Langkah tersebut bertujuan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.
Subandi menegaskan bahwa pemerintah tetap memberikan toleransi kepada PKL, selama tidak menimbulkan gangguan ketertiban dan menghormati suasana jelang Ramadan.
Pengawasan Sekolah dan Kegiatan Masyarakat
Dalam rapat itu, Subandi turut memberikan perhatian pada sektor pendidikan. Ia meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo bersikap lebih tegas dalam mengawasi kegiatan sekolah, termasuk pelaksanaan outing class.
Menurutnya, kegiatan tersebut sebaiknya dilaksanakan di wilayah Kabupaten Sidoarjo atau daerah terdekat agar lebih terkontrol dan sesuai dengan arahan kebijakan daerah. Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan kegiatan sekolah.
Subandi menegaskan bahwa kepala sekolah harus menjadi teladan dengan menjalankan kegiatan secara terbuka dan sesuai aturan, sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Atur Pengajian Malam dan Tradisi Takbiran
Selain itu, Subandi menyinggung kebiasaan pengajian malam hari yang kerap berlangsung hingga larut malam. Ia mendorong adanya kesepakatan bersama terkait batas waktu kegiatan keagamaan agar tidak mengganggu jelang waktu istirahat warga.
Menurutnya, pengajian yang berlangsung hingga sekitar pukul 24.00 perlu diatur dengan bijak melalui kesepakatan lingkungan.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berencana menerbitkan Surat Edaran (SE) sebagai pedoman penyesuaian kegiatan masyarakat selama Ramadan.
Subandi menyebutkan bahwa SE tersebut akan menjadi acuan agar seluruh aktivitas berjalan tertib tanpa mengurangi nilai ibadah dan kebersamaan.
Terkait tradisi takbiran menjelang Idulfitri, Subandi menyampaikan bahwa pelaksanaan takbiran keliling masih akan dirundingkan bersama pihak terkait.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin menghilangkan tradisi dan kearifan lokal yang telah mengakar di masyarakat.
Menurutnya, tradisi seperti takbiran anak-anak dengan obor tetap perlu dijaga agar suasana menyambut Lebaran tetap semarak, aman, dan tertib, sehingga memberikan dampak sosial positif bagi keharmonisan masyarakat Sidoarjo.
Ananda.



