Pacitan, Awosmedia.com,- Gempa magnitudo 4,3 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur dan sekitarnya pada Senin malam, 9 Februari 2026.
Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), getaran ini bersumber dari wilayah perairan selatan Jawa.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi aktivitas seismik susulan yang mungkin terjadi di kawasan tersebut.
Baca juga: Jelang Ramadan Bupati Sidoarjo Ajak Jaga Stabilitas Daerah
Peristiwa alam ini terekam terjadi tepat pada pukul 20:10:00 WIB. Titik koordinat pusat gempa berada pada 8.98 Lintang Selatan (LS) dan 111.16 Bujur Timur (BT).
Lokasi ini menempatkan pusat getaran di laut, tepatnya berjarak sekitar 89 kilometer ke arah selatan dari Kabupaten Pacitan.
BMKG mencatat pusat gempa berada pada kedalaman menengah, yakni mencapai 89 kilometer di bawah permukaan laut.
Analisis Lokasi dan Kedalaman Getaran
Gempa magnitudo 4,3 ini memiliki karakteristik getaran yang dirasakan dalam skala intensitas II-III MMI (Modified Mercalli Intensity) di beberapa wilayah daratan terdekat.
Berdasarkan peta guncangan (ShakeMap), sebaran energi getaran mencapai wilayah pesisir selatan Jawa Timur dan sebagian Yogyakarta.
Beberapa kota yang berada dalam jangkauan getaran antara lain adalah Bantul, Klaten, hingga Blitar yang merasakan guncangan lemah hingga sedang.
Simak juga: https://www.instagram.com/p/DUiiGDYkqpc/?igsh=MXg1d3owZGdpaGF4eA==
Kedalaman pusat gempa yang mencapai 89 kilometer mengategorikan peristiwa ini sebagai gempa bumi menengah.
Secara tektonik, gempa di wilayah selatan Jawa seringkali berkaitan dengan aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah lempeng Eurasia.
Meski kekuatan magnitudo berada di level moderat, posisi pusat gempa di laut memerlukan perhatian khusus mengenai dampaknya terhadap struktur bangunan di wilayah pesisir.
Dampak Guncangan dan Potensi Kerusakan
BMKG merilis data bahwa potensi kerusakan akibat gempa ini berada pada kategori “None” hingga “Very Light”.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan infrastruktur berat maupun korban jiwa dari wilayah Pacitan maupun sekitarnya.
Skala Peak Acceleration (%g) yang terekam masih berada di bawah ambang batas yang membahayakan bangunan dengan konstruksi standar tahan gempa.
Masyarakat di Kabupaten Pacitan sempat merasakan getaran selama beberapa detik yang membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
“Getaran terasa singkat tapi cukup jelas, terutama bagi warga yang sedang beraktivitas di dalam rumah,” ujar salah satu laporan warga di media sosial.
Pihak BPBD setempat saat ini masih melakukan pemantauan intensif di wilayah-wilayah pesisir guna memastikan kondisi keamanan warga pascaguncangan.
Imbauan Keselamatan untuk Masyarakat
Pihak otoritas meminta warga agar tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab mengenai potensi tsunami.
Berdasarkan kekuatan magnitudo dan kedalamannya, gempa ini dinyatakan tidak memiliki kekuatan yang cukup besar untuk memicu gelombang pasang atau tsunami.
Masyarakat diharapkan hanya merujuk pada informasi resmi yang keluar melalui kanal komunikasi BMKG atau aplikasi InfoBMKG.
Langkah mitigasi mandiri tetap menjadi hal yang utama dalam menghadapi potensi bencana di wilayah rawan gempa.
Pastikan bangunan tempat tinggal memiliki jalur evakuasi yang jelas dan hindari menyimpan benda berat di tempat yang tinggi.
Kesadaran kolektif terhadap keamanan mandiri merupakan kunci utama dalam meminimalisir risiko dampak sosial maupun material di masa depan, mengingat posisi geografis Indonesia yang berada di jalur cincin api pasifik.
F4ND1.




One thought on “Gempa Magnitudo 4,3 Guncang Pacitan”