Bali, Awosmedia.com,- BMKG ingatkan gelombang laut Bali berpotensi mencapai 2,5 meter di perairan selatan pada Sabtu, 11 Juli 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar meminta nelayan dan operator kapal feri meningkatkan kewaspadaan sebelum berlayar.
BMKG Denpasar mencatat tinggi gelombang di perairan selatan Bali berkisar 0,5 hingga 2,0 meter. Angka ini berpotensi naik hingga 2,5 meter apabila kecepatan angin menembus 21 knot.
Kondisi ini berbeda dengan perairan utara Bali yang relatif lebih tenang. BMKG Denpasar mencatat tinggi gelombang di kawasan utara hanya berkisar 0,5 hingga 1,0 meter.
Baca juga: Kebakaran Rumah Kosong Kedung Cowek Diduga Korsleting Listrik
Gelombang tinggi ini mengancam beberapa titik krusial jalur pelayaran. BMKG menyebut Selat Badung, Selat Bali bagian selatan, dan Selat Lombok bagian selatan sebagai wilayah paling berisiko.
Ambang Batas Bahaya untuk Kapal dan Nelayan
BMKG menetapkan ambang batas aman yang berbeda untuk setiap jenis moda transportasi laut. Kapal feri harus lebih waspada saat kecepatan angin mencapai 21 knot dengan tinggi gelombang hingga 2,5 meter.
Nelayan memiliki batas kewaspadaan yang lebih rendah. BMKG menghimbau perahu nelayan menghindari melaut saat kecepatan angin sudah mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Perbedaan ambang batas ini penting diperhatikan operator kapal. Kesalahan membaca kondisi gelombang dapat meningkatkan risiko kecelakaan di laut.
Simak juga: https://www.instagram.com/p/DapUr4Ekd9F/?igsh=MTA0eWJ5YXZ5cjFldQ==
Cuaca Bali Cerah Berawan, Suhu Stabil
Di luar kondisi maritim, BMKG Denpasar memprakirakan cuaca Bali secara umum cerah berawan sepanjang hari ini. Tidak ada potensi hujan sedang hingga ekstrem di seluruh kabupaten dan kota.
Suhu udara Pulau Bali berkisar antara 19 hingga 31 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara berada di rentang 60 hingga 95 persen.
Cuaca cerah ini berpotensi mendorong aktivitas wisata bahari dan pelayaran tetap tinggi. BMKG karena itu tetap menekankan pentingnya memantau kondisi gelombang sebelum beraktivitas di laut.
Himbauan BMKG untuk Masyarakat Pesisir
BMKG menghimbau masyarakat pesisir, nelayan, operator kapal penyeberangan, serta pelaku wisata bahari memantau informasi cuaca maritim resmi. Pemantauan ini perlu dilakukan secara berkala sebelum beraktivitas di laut.
BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi gelombang dapat berubah sewaktu-waktu. Perubahan ini mengikuti dinamika pola angin di wilayah selatan Indonesia yang cenderung fluktuatif pada periode ini.
Masyarakat dapat mengakses pembaruan prakiraan cuaca maritim melalui kanal resmi BMKG. Langkah ini bertujuan meminimalkan risiko keselamatan pelayaran di perairan Bali.
M. Hadi




One thought on “BMKG Ingatkan Gelombang Laut Bali Capai 2,5 Meter”