Upaya Mendahului Bus Tewaskan Pasutri di Lumajang

Oplus_131072

Lumajang, Awosmedia.com,- Upaya mendahului bus berujung maut bagi pasangan suami-istri asal Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang.

Kecelakaan tragis ini terjadi di Simpang Tiga Desa Tukum, Kecamatan Tekung, pada Minggu (26/4/2026), ketika sepeda motor yang mereka kendarai menabrak truk tronton yang sedang terparkir di bahu jalan.

Korban diketahui bernama Kurnianto (43) dan Kurniati (41). Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian setelah mengalami benturan keras dan terlindas kendaraan lain.

Baca juga: Jamaah Haji Sidoarjo 2026 Resmi Berangkat Kloter Pertama

Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan fatal akibat manuver berisiko di jalan raya.

Kronologi Kejadian di Simpang Tiga Tukum

Kecelakaan bermula saat korban melaju dari arah Jember menuju Lumajang dengan sepeda motor.

Setibanya di lokasi kejadian, korban berusaha upaya mendahului bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dari sisi kiri.

Namun, manuver tersebut berakhir fatal karena korban tidak menyadari adanya truk tronton yang terparkir di bahu jalan.

Jarak yang terlalu dekat membuat pengendara tidak sempat menghindar dan langsung menabrak bagian belakang truk.

Akibat benturan itu, tubuh korban terpental ke sisi kanan jalan. Nahas, pada saat bersamaan, bus yang hendak didahului melaju dan melindas korban.

Keterangan Polisi dan Penanganan Kasus

Petugas Satlantas Polres Lumajang yang datang ke lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi juga mengamankan kendaraan yang terlibat serta meminta keterangan dari saksi di sekitar lokasi. Menurut keterangan petugas, truk tronton dalam kondisi mesin mati saat terparkir di bahu jalan.

Namun, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan apakah seluruh prosedur keselamatan telah dipenuhi oleh pengemudi truk.

Polisi juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berkendara, terutama saat melakukan manuver mendahului kendaraan lain.

Dampak Sosial dan Peringatan Keselamatan

Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban serta warga sekitar.

Sejumlah warga mengaku khawatir dengan tingginya angka kecelakaan di jalur tersebut, terutama akibat perilaku pengendara yang nekat dan kurang memperhatikan keselamatan.

Kecelakaan ini menjadi pengingat keras bahwa satu keputusan di jalan raya dapat berujung fatal.

Pengendara diharapkan mematuhi aturan lalu lintas, menjaga jarak aman, dan tidak memaksakan diri saat kondisi tidak memungkinkan untuk mendahului.

Penegakan aturan serta edukasi keselamatan berkendara dinilai penting untuk menekan angka kecelakaan.

Tragedi ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga meninggalkan luka sosial yang mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

Fandi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *