Tanya Jawab Puasa Semarakkan Pengajian PKK Kabupaten Pasuruan

Pasuruan, Awosmedia.com,- Tanya jawab puasa menyemarakkan kegiatan tadarus Al-Qur’an dan pengajian yang digelar Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Selasa (3/3/2026) pagi.

Sesi diskusi interaktif yang dibuka setelah ceramah agama membuat suasana pengajian berlangsung lebih hidup dan partisipatif dibanding biasanya.

Pengajian tersebut dipimpin oleh KH Saifullah Damanhuri yang juga menjabat Wakil Ketua Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Kabupaten Pasuruan.

Baca juga: Profil Ali Khamenei: Jejak Kepemimpinan dan Warisan Iran

Usai menyampaikan tausiyah tentang keutamaan Ramadan, ia mempersilakan jamaah mengajukan pertanyaan seputar puasa dan ibadah di bulan suci.

Belasan peserta langsung merespons. Mereka mengangkat tangan dan mengajukan pertanyaan secara bergantian. Mayoritas pertanyaan berkaitan dengan hal-hal yang dapat membatalkan puasa.

Diskusi Interaktif Tingkatkan Partisipasi

Beberapa jamaah menanyakan hukum berkumur saat berpuasa serta apakah keramas dapat membatalkan puasa.

KH Saifullah menjawab setiap pertanyaan secara lugas dan sistematis. Ia menjelaskan bahwa berkumur tidak membatalkan puasa selama air tidak tertelan dengan sengaja. Ia juga menegaskan bahwa keramas tidak membatalkan puasa karena tidak termasuk hal yang membatalkan secara syariat.

Penjelasan tersebut disampaikan secara rinci agar jamaah memahami dasar hukumnya. Para peserta terlihat menyimak dengan serius dan beberapa di antaranya mencatat poin-poin penting yang disampaikan.

Simak juga: https://www.instagram.com/pkk_kabpasuruan?igsh=Nm8ydGZ4dXE2eDcx

Karena tingginya antusiasme, pembawa acara akhirnya membatasi sesi tanya jawab demi menyesuaikan jadwal kegiatan. Meski demikian, suasana tetap kondusif hingga acara selesai.

Ramadan Jadi Momentum Peningkatan Ibadah

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo, mengapresiasi semangat para ibu yang aktif berdiskusi. Ia menilai metode dialogis membuat pengajian terasa lebih segar dan efektif.

“Biasanya kalau sudah mendekati pukul 10 pagi suasana mulai mengantuk. Hari ini berbeda karena diskusinya hidup dan banyak yang ingin bertanya,” ujarnya.

Merita menjelaskan bahwa tadarus dan pengajian rutin dilaksanakan selama Ramadan untuk membiasakan perempuan membaca Al-Qur’an serta memperbanyak ibadah sunnah. Ia berharap kegiatan ini mampu memperkuat pemahaman agama sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota.

Menurutnya, Ramadan merupakan momentum strategis untuk meningkatkan kualitas spiritual keluarga. Dengan pemahaman agama yang baik, para ibu diharapkan dapat menjadi teladan di rumah dan lingkungan sekitar.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan interaktif dalam pengajian mampu meningkatkan literasi keagamaan masyarakat.

Antusiasme peserta menjadi indikator kuat bahwa ruang diskusi terbuka memberi dampak positif dalam membangun kesadaran beribadah secara lebih mendalam selama Ramadan.

Ananda.

One thought on “Tanya Jawab Puasa Semarakkan Pengajian PKK Kabupaten Pasuruan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *