NTT, Awosmedia.com,- Survei pascagempa Sumba yang BMKG lakukan tidak hanya memeriksa kerusakan, tetapi juga memberi pemahaman kepada warga. Tim Stasiun Geofisika Sumba Timur menyosialisasikan kondisi kegempaan dan langkah kesiapsiagaan di tiga desa di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan ini berlangsung setelah gempa magnitudo 5,9 mengguncang wilayah itu pada 4 Oktober 2026.
Sosialisasi di Tiga Desa
Tim survei mendatangi warga terdampak di Desa Kahale, Pero Konda, dan Waikadada. Petugas menjelaskan kondisi kegempaan terkini dan potensi gempa susulan. Mereka juga menyampaikan langkah kesiapsiagaan yang perlu warga lakukan.
BMKG menargetkan masyarakat memahami situasi dengan benar. Pemahaman itu diharapkan mengurangi kepanikan dan mencegah warga percaya pada kabar yang belum jelas sumbernya.
Siswa dan Guru Ikut Belajar
Sosialisasi tidak berhenti di permukiman. Tim juga mengunjungi beberapa sekolah di Sumba Barat Daya, yaitu SDN Homba Tana, SD Islam Pero, dan SMP Katolik Santo Rafael Ngundu Tana. Siswa dan guru menerima penjelasan tentang gempa serta cara menyelamatkan diri.
Pemilihan sekolah ini punya alasan. Tim survei juga memeriksa sejumlah fasilitas belajar yang mengalami kerusakan akibat guncangan.
Gempa M5,9 dan Ratusan Susulan
Gempa terjadi pukul 05.55 WIB. Episenter berada 29 kilometer barat daya Kodi, pada kedalaman 30 kilometer. Survei BMKG menemukan kerusakan bangunan tingkat ringan hingga sedang.
Gempa susulan masih berlangsung. Hingga 12 Oktober 2026 pukul 06.00 WIB, BMKG mencatat 654 gempa susulan dengan magnitudo M1,1 sampai M4,8. Tidak ada susulan di atas M5, dan warga merasakan sembilan di antaranya.
Koordinasi dengan Pemerintah Daerah
Stasiun Geofisika Sumba Timur bersama Stasiun Geofisika Kupang berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan instansi terkait. Koordinasi ini memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat. Data survei juga dipakai untuk mengevaluasi kondisi bangunan dan memperkuat upaya mitigasi.
Empat Langkah yang Perlu Warga Ingat
BMKG mengimbau masyarakat menjauhi bangunan yang retak atau rusak, karena gempa susulan bisa merobohkannya. Warga perlu mengenali jalur dan tempat evakuasi di sekitar tempat tinggal.
Warga juga perlu menyiapkan tas siaga bencana berisi air minum, makanan, obat-obatan, senter, radio, dan dokumen penting. Terakhir, warga perlu memantau informasi resmi BMKG.
Pesan BMKG kepada masyarakat Sumba singkat dan jelas: “Kenali risikonya. Perkuat kesiapsiagaan.”
ananda.




One thought on “Survei Pascagempa Sumba: BMKG Sosialisasikan Kesiapsiagaan kepada Warga”