Jakarta, Awosmedia.com,- Skema Swakelola Padat Karya kini resmi diterapkan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) dalam percepatan pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus memastikan pemerataan pembangunan di seluruh pelosok Indonesia.
Melalui rilis resminya, perusahaan menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan gerai dan pergudangan akan melibatkan masyarakat lokal secara langsung tanpa melalui jasa kontraktor pihak ketiga.
Baca juga: Kecelakaan Kereta Wisata Mojokerto Tewaskan Satu Penumpang
Pemerintah melalui PT Agrinas berupaya menciptakan pusat distribusi kebutuhan pokok dan hasil pertanian yang lebih dekat dengan masyarakat desa.
Pembangunan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga pangan serta memantapkan rantai pasok nasional yang lebih efisien dan terintegrasi.
Dengan hadirnya KDKMP di setiap desa, diharapkan pertumbuhan ekonomi inklusif dapat terwujud sesuai amanat konstitusi dalam membangun ekonomi dari pinggiran.

Pemberdayaan Masyarakat Lokal Melalui Swakelola
Metode pembangunan yang digunakan adalah Karya Bakti Padat Karya yang mengedepankan prinsip dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
PT Agrinas menggandeng Forkopimda, TNI, Babinsa, serta kepala desa setempat untuk menggerakkan warga dalam membangun fisik gerai.
Penggunaan sumber daya alam lokal seperti pasir, batu, dan batako menjadi prioritas utama guna memastikan terjadinya perputaran uang yang signifikan di tingkat desa.
Simak juga: https://www.instagram.com/reel/DVsNB7SgafM/?igsh=MWo1anhlcXdtaWpkdA==
Selain material, penyerapan tenaga kerja juga fokus pada masyarakat sekitar, mulai dari mandor hingga tukang bangunan.
Pola ini sengaja dirancang agar manfaat ekonomi dari proyek negara ini langsung dirasakan oleh warga setempat sejak hari pertama pembangunan dimulai.
Keterlibatan TNI dan aparat kewilayahan berfungsi untuk menjamin pelaksanaan program berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran tanpa hambatan birokrasi yang rumit.
Peringatan Keras Terhadap Oknum Penipuan Proyek
Menyusul dimulainya program besar ini, PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat mewaspadai potensi penipuan.
Perusahaan menegaskan tidak pernah menjanjikan, menawarkan, atau menandatangani kontrak pembangunan swakelola KDKMP dengan kontraktor manapun.
Segala bentuk klaim yang menyatakan adanya “paket proyek” yang bisa diatur oleh pihak tertentu dipastikan adalah tindakan ilegal dan tidak berdasar.
Masyarakat dan pemerintah daerah diminta berhati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan PT Agrinas untuk meminta dana atau menjanjikan kemudahan penugasan proyek.
Perusahaan menegaskan bahwa informasi resmi hanya disampaikan melalui saluran komunikasi formal.
Jika ditemukan indikasi kecurangan, pihak perusahaan tidak segan untuk menempuh jalur hukum guna melindungi integritas program dan kepentingan masyarakat luas.
Layanan Pengaduan dan Transparansi Informasi
Sebagai bentuk akuntabilitas, PT Agrinas membuka layanan pengaduan bagi pihak-pihak yang merasa ragu atau menemukan kejanggalan di lapangan.
Masyarakat dapat menghubungi nomor resmi 0821-172-5154 atau mengunjungi kantor sekretariat perusahaan di Yodya Tower, Jakarta Timur.
Transparansi menjadi kunci utama agar visi memperkuat ekonomi kerakyatan melalui KDKMP ini tidak dicederai oleh praktik korupsi atau penipuan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Keberhasilan program KDKMP ini diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam kedaulatan pangan nasional.
Dengan sistem yang menutup ruang bagi kontraktor besar dan memberikan porsi penuh kepada rakyat desa, pemerintah optimistis kesejahteraan petani dan masyarakat pelosok akan meningkat secara berkelanjutan.
Dwi.




One thought on “Skema Swakelola Padat Karya KDKMP Waspadai Potensi Penipuan”