Sholawat Kebangsaan Warnai Kunjungan Zulhas ke Al Khoziny

Sidoarjo, Awosmedia.com,- Sholawat Kebangsaan menjadi rangkaian utama saat Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, bersama ulama kondang Gus Miftah mengunjungi Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jumat (14/11/2025).

Kehadiran mereka disambut hangat pengasuh pesantren KHR Abdus Salam Mujib, para ustaz, serta ratusan santri yang memenuhi halaman pondok.

Sampaikan Salam Presiden Prabowo untuk Pengasuh dan Santri

Dalam kunjungannya, Zulkifli Hasan menyampaikan salam khusus dari Presiden RI Prabowo Subianto kepada pengasuh pesantren serta seluruh santri.

Ia menegaskan bahwa Presiden memiliki perhatian besar terhadap dunia pendidikan, terutama pesantren sebagai pusat lahirnya generasi berkarakter.

“Anak didik adalah generasi penerus bangsa. Beliau sangat peduli terhadap pendidikan,” ucap Zulkifli dalam wawancara singkatnya.

Baca juga: Dharma Wanita Persatuan Sidoarjo Sosialisasi Peran Pendamping ASN

Menko Pangan itu juga menyinggung musibah ambruknya masjid Al Khoziny pada 29 September 2025. Ia mengajak seluruh santri tetap tabah dan percaya bahwa setiap ujian membawa hikmah.

“Tidak mudah menghadapi cobaan ini, namun derajat akan diangkat. Insyaallah selalu ada kemudahan setelah kesulitan,” ujarnya.

Semangat Santri Tetap Tinggi Meski Dilanda Musibah

Zulkifli Hasan mengaku terkesan dengan antusiasme belajar para santri yang tetap tinggi meski tengah menghadapi masa pemulihan.

Ia menyebut pesantren sebagai lembaga yang mengajarkan keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu umum yang sangat relevan dengan kebutuhan masa kini.

Dalam interaksinya, ia bertemu seorang santri yang bercita-cita menjadi penceramah dan penghafal Al-Qur’an.

“Cita-cita mulia seperti ini harus didukung. Semoga terwujud dan membawa manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Gus Miftah: Ujian Besar Adalah Tanda Cinta Allah

Gus Miftah, yang menjadi magnet utama santri, menyampaikan ceramah singkat namun kuat tentang makna kesabaran. Ia menegaskan bahwa musibah yang menimpa Al Khoziny merupakan bentuk kasih sayang Allah.

“Al Khoziny diuji karena Allah cinta sama Al Khoziny. Jika kita diberi ujian, tetap fokus kepada Allah, jangan goyah,” pesan Gus Miftah.

Para santri khusyuk mendengarkan pesan tersebut. Suasana penuh keteduhan hadir ketika lantunan sholawat menggema di halaman pesantren.

Sholawat dan Ngaji Kebangsaan Jadi Penguat Semangat

Kegiatan Sholawat dan Ngaji Kebangsaan yang digelar malam hari menjadi puncak acara. Lantunan doa dan sholawat dipimpin langsung oleh para kiai dan disambut meriah oleh santri.

Momen ini menjadi penyembuh psikologis bagi mereka pasca musibah ambruknya masjid.

Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, turut mendampingi rombongan dan menyatakan bahwa Pemkab Sidoarjo akan mendukung penuh proses pemulihan fisik dan kegiatan pendidikan di Al Khoziny.

Harapan Baru bagi Al Khoziny untuk Bangkit

Kunjungan tokoh nasional dan ulama karismatik tersebut membawa optimisme baru. Pondok Pesantren Al Khoziny diyakini mampu bangkit lebih kuat dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dan semangat para santri.

Kegiatan ini juga memperkuat nilai kebangsaan di lingkungan pesantren, mengingat pesantren memiliki peran besar dalam menjaga moral, persatuan, dan tradisi keilmuan Islam di Indonesia.

Ananda | Teguh M

2 thoughts on “Sholawat Kebangsaan Warnai Kunjungan Zulhas ke Al Khoziny”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *