Selamatan Desa Kronto Meriah dengan Gunungan Durian

Pasuruan, Awosmedia.com,- Selamatan Desa Kronto kembali digelar meriah di Desa Kronto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Minggu (5/4/2026).

Tradisi tahunan yang identik dengan gunungan durian ini tetap berlangsung semarak meski jumlah buah yang dipajang menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Warga dan pemerintah daerah turut hadir dalam acara yang menjadi simbol rasa syukur atas hasil bumi tersebut.

Baca juga: Pembentukan Satgas Haji Perangi Penipuan Jemaah Indonesia

Kegiatan yang dipusatkan di halaman Balai Desa Kronto ini dihadiri Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, bersama jajaran perangkat daerah.

Gunungan durian yang menjadi puncak acara menarik perhatian warga yang memadati lokasi sejak pagi hari.

Jumlah Durian Menurun, Antusiasme Tetap Tinggi

Panitia mencatat, tahun ini terdapat sekitar 1.000 buah durian yang disusun dalam bentuk gunungan. Jumlah tersebut menurun drastis dibandingkan tahun lalu yang mencapai 5.000 buah.

Penurunan ini dipicu oleh hasil panen yang kurang maksimal akibat serangan penyakit tanaman dan tingginya curah hujan.

Kepala Desa Kronto, Sodin, menjelaskan bahwa kondisi cuaca menjadi tantangan utama bagi petani durian. Hujan yang hampir turun setiap hari menyebabkan banyak buah rontok sebelum matang.

Simak juga: https://www.instagram.com/reel/DWybp5vkZ-v/?igsh=NmN2aWJ2bjR4eGFo

Meski demikian, warga tetap bersemangat menyukseskan acara selamatan desa.
Tradisi ini juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat dari seluruh Rukun Tetangga (RT).

Setiap RT membawa ancak berisi hasil bumi lokal yang kemudian diarak keliling desa sebelum diperebutkan warga sebagai bentuk kebersamaan.

Rangkaian Acara Religius dan Budaya

Selamatan desa digelar selama dua hari berturut-turut dengan rangkaian kegiatan religius dan budaya.

Hari pertama diisi dengan khataman Al-Qur’an, doa bersama, serta tahlil. Sementara hari kedua menjadi puncak acara dengan tasyakuran dan penyajian gunungan durian.

Biasanya, kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Ruwah atau menjelang Ramadan. Namun, tahun ini pelaksanaannya diundur setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah karena keterbatasan waktu persiapan.

Bupati Pasuruan menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat dalam menjaga tradisi lokal. Ia berharap hasil panen durian pada tahun mendatang meningkat sehingga acara bisa berlangsung lebih meriah.

Tradisi Lokal Perkuat Identitas dan Kebersamaan

Selamatan Desa Kronto tidak hanya menjadi ajang syukur atas hasil panen, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan solidaritas sosial masyarakat.

Warga terlibat langsung mulai dari persiapan hingga pelaksanaan acara, mencerminkan semangat gotong royong yang masih terjaga.

Keberlanjutan tradisi ini menunjukkan bahwa nilai-nilai lokal tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Dukungan masyarakat dan pemerintah menjadi faktor penting agar selamatan desa tetap lestari dan berkembang di masa depan.

Dengan antusiasme yang terus terjaga, Selamatan Desa Kronto diharapkan mampu menjadi daya tarik budaya sekaligus mendorong potensi wisata lokal di Kabupaten Pasuruan.

Ananda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *