Ruwatan Politik Sidoarjo, Sujani: Jalan Menuju Tentrem Kerto Raharjo

Oplus_0

Sidoarjo, Awosmedia.com,- Ruwatan politik menjadi sebuah jalan keluar dalam suasana politik di Bumi Delta yang terasa pengap. Perseteruan antara kepala daerah dan legislatif menggumpal jadi kekakuan yang membatasi ikhtiar pembangunan dan kesejahteraan.

Di tengah silang sengkarut itu, muncul sosok Sujani, figur yang mencoba memicu untuk menyuarakan ruwatan politik, bukan dalam makna ritual sakral semata, tetapi sebagai jalan menyucikan demokrasi dari belenggu kepentingan dan dendam kekuasaan.

Sujani, lelaki yang lama mengakrabi denyut masyarakat akar rumput, tidak tampil sebagai pawang politik, tetapi sebagai juru bicara nalar publik yang resah.

Ia tak mewakili partai mana pun, tetapi keberaniannya mengajak kembali ke jalan “Tentrem Kerto Raharjo” membuatnya jadi pusat perhatian.

Ruwatan dalam laku politik hari ini, menurutnya, bukan soal pentas wayang atau mantra klenik, melainkan pembongkaran kutukan sistemik yang memecah kehendak rakyat.

Di tengah kontestasi diam-diam antara kekuatan eksekutif dan legislatif, publik disuguhkan tontonan absennya sinergi. Lontaran wacana saling sandera, saling blokir kebijakan, hingga tudingan permainan anggaran menjadi kabut yang menyesakkan.

Dua kutub kekuatan tak ubahnya dua arus deras yang saling menjegal. Maka, ritual ruwatan itu dibutuhkan, sebagai proses penyucian niat dan pembersihan laku kekuasaan.

Angka-angka pun bicara. Sejumlah pihak menyebut kekuatan dukungan kini terbagi pada barisan “17” dan “33”. Sebuah konfigurasi yang secara simbolik dalam perhitungan Jawa bermakna pegat atau perpisahan.

Weton politik ini, jika tak disadari, bisa menjadi pertanda rengkuhan kekuasaan yang retak, hubungan antara pemangku mandat yang kehilangan keseimbangan. Dan bila tidak dilerai dan diredam dengan kebijaksanaan, maka rakyatlah yang akan menanggung akibatnya.

Sujani menawarkan jalan pulang menuju Tirta Amerta, air kehidupan yang hanya bisa ditemukan bila para pemangku kuasa mau kembali pada adab dan kepatuhan terhadap mandat rakyat.

Ruwatan politik bukan sekadar meluruhkan kutukan, tetapi memutus lingkaran hitam saling jegal dan membuka jalan bagi terang kepemimpinan yang selaras dengan kebutuhan rakyat.

Ia tak menjanjikan keselamatan politik untuk siapa pun, tetapi menawarkan cermin. Bahwa siapa pun yang bercermin dalam ruwatan ini harus bersiap untuk membersihkan diri, sebelum bicara tentang visi.

Bukan kemenangan yang dikejar Sujani, tetapi tentreming ati rakyat Sidoarjo yang selama ini hanya jadi pelengkap dari panggung yang penuh polesan.

Ruwatan bukan milik masa lalu. Ia kini hadir sebagai tafsir jalan tengah, untuk mengurai sengkarut kekuasaan dan memulihkan kewarasan politik.

Dan Sujani, mungkin, bukan siapa-siapa. Tapi di tengah demokrasi yang kehilangan ruh, justru suara biasa itulah yang bisa menjadi pemantik kesadaran.

Babe Teguh

Untuk berita lainnya baca di: Awosmedia.com

One thought on “Ruwatan Politik Sidoarjo, Sujani: Jalan Menuju Tentrem Kerto Raharjo”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *