Rusunawa Krian Sepi Penghuni, Wabup Usul Hunian Gratis

Sidoarjo, Awosmedia.com,– Rusunawa Krian sepi penghuni meski ratusan kamar tersedia. Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana SAP menemukan kondisi itu di Rusunawa Tambak Kemerakan saat sidak, Selasa (6/10/2026).

Dari 114 kamar, baru sekitar 19 kepala keluarga (KK) yang tinggal di sana. Semuanya warga terdampak penertiban bangunan liar di Mulyodadi. Mimik pun mengusulkan hunian gratis selama setahun bagi warga yang membutuhkan, setelah bangunan direnovasi.

Kamar Kosong, Lingkungan Kurang Terawat

Mimik mendapati sebagian besar kamar masih kosong. Selain itu, sejumlah fasilitas bangunan rusak dan lingkungan sekitar terlihat kurang terawat.

Baca juga: Teknisi Motor Injeksi Sidoarjo Dilatih 21 Hari di Starskill

Ia menilai bangunan sebesar itu belum memberi manfaat maksimal. Padahal, masih banyak warga Sidoarjo yang belum punya rumah atau tinggal di hunian tidak layak.

“Eman bangunan segini besarnya mangkrak tidak berfungsi,” ujarnya. Menurut Mimik, pemerintah harus hadir memperbaiki fasilitas agar penghuni merasa nyaman.

Latar Belakang Pembangunan

Rusunawa ini punya riwayat panjang. Merujuk tesis di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Pemkab Sidoarjo mengajukan usulan pembangunan rusunawa untuk pekerja kepada pemerintah pusat pada 2015, dengan salah satu lokasi di Tambakkemerakan, Krian, di atas lahan eks tanah kas desa yang menjadi aset pemkab.

Renovasi Total dan Hunian Gratis

Mimik meminta pemerintah daerah segera menangani bangunan itu. Jika dinilai tidak layak huni dan berisiko membahayakan, ia mendorong perbaikan menyeluruh.

Rusunawa Krian sepi penghuni, hanya 19 KK dari 114 kamar. Wabup Mimik Idayana usul hunian gratis setahun usai renovasi total.

“Kalau bisa ini harus direnovasi total,” tegasnya. Ia juga meminta surat-surat dari pemerintah pusat yang belum diserahkan segera diurus, lalu berencana membahasnya dengan Bupati.

Gratis Satu Tahun untuk Warga Membutuhkan

Setelah fasilitas diperbaiki dan dinyatakan layak, Mimik ingin rusunawa membantu warga tanpa rumah atau penghuni rumah tidak layak. Mereka bisa tinggal gratis selama satu tahun.

“Ini untuk memancing supaya penghuni penuh dan bangunan ini benar-benar bermanfaat,” jelasnya.

Peminat Ada, Fasilitas Belum Memadai

Mimik menerima kabar bahwa sejumlah warga ingin menyewa unit di rusunawa tersebut. Namun, fasilitas yang kurang memadai membuat calon penghuni tertahan.

“Daripada nanti ambruk dan membahayakan, lebih baik segera kita anggarkan,” katanya.

Koordinasi dengan Kementerian

Mimik juga menyoroti status bangunan yang berkaitan dengan pemerintah pusat. Ia meminta pemda dan kementerian terkait berkoordinasi agar bangunan itu tidak sia-sia. Menurutnya, beberapa rusun lain di Sidoarjo juga terbengkalai dan perlu perhatian dinas terkait.

Air Bersih Baru Mengalir Tiga Bulan

Ketua RT setempat, Misyadi, menyebut penghuni baru menikmati saluran air bersih sekitar tiga bulan terakhir. Sebelumnya, mereka mengupayakan pasokan air sendiri.
Warga eks Mulyodadi membayar sewa sekitar Rp185 ribu per KK setiap bulan.

Ananda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *