Produksi Krisan Tutur Tetap Stabil Penuhi Pasar Nasional

Pasuruan, Awosmedia.com,- Produksi krisan di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, terus menunjukkan kinerja stabil untuk memenuhi permintaan pasar nasional.

Petani setempat memanen bunga setiap hari dan memasok berbagai kota besar di Jawa hingga Bali.

Kondisi tersebut memperkuat posisi Tutur sebagai salah satu sentra utama bunga krisan di Jawa Timur.

Baca juga :Putri Karimah Computer Dukung Kebutuhan Cetak Warga Rembang

Keberlanjutan produksi juga menandakan bahwa permintaan pasar terhadap bunga potong masih konsisten, baik untuk kebutuhan dekorasi, acara, maupun industri florist.

Sentra Produksi dengan Panen Harian

Sudartono, petani krisan di Dusun Kadipaten, Desa Tutur, mengelola lahan lebih dari satu hektare dengan sekitar 700 ribu batang tanaman krisan.

Ia menanam sekitar 30 varietas dengan warna berbeda untuk menyesuaikan tren pasar dan memanen bunga setiap hari agar kualitas tetap segar saat dikirim ke konsumen.

“Selalu panen setiap hari. Sesuai slogan kami, tiada hari tanpa bunga merekah,” kata Sudartono saat ditemui di kebunnya, Kamis (22/1/2026).

Simak juga :https://www.instagram.com/reel/DT2GYH_kX0x/?igsh=NG8xZnY3aWxmMzh6

Hasil panen dari Tutur dikirim ke Malang, Kota Batu, Surabaya, Jakarta, hingga Bali. Jalur distribusi ini memperluas jangkauan pemasaran sekaligus menjaga arus permintaan tetap stabil sepanjang tahun.

Harga Stabil dan Serapan Pasar Tinggi

Sudartono menjual bunga dalam bentuk ikat dengan harga Rp16.000 per ikat untuk semua jenis krisan. Dalam sehari, ia mampu menjual sekitar 500 hingga 1.000 ikat, tergantung volume panen dan permintaan pasar.

Harga yang relatif seragam memudahkan transaksi dengan pedagang besar maupun pengecer.

Pola ini juga membantu petani menjaga perputaran modal dan kesinambungan produksi.

Menurutnya, konsistensi pasokan menjadi faktor penting agar pembeli tetap menjadikan Tutur sebagai pemasok utama.

Karena itu, petani di wilayah tersebut mengatur jadwal tanam secara bergiliran agar panen tidak menumpuk di waktu tertentu.

Teknik Budidaya dan Dukungan Tenaga Kerja

Untuk menghasilkan bunga berkualitas, petani memperhatikan media tanam, pemupukan, serta jarak tanam. Mereka juga merawat tanaman secara intensif agar warna bunga tetap cerah dan tangkai kuat.

“Perawatan harus telaten dan lembut karena ini tanaman bunga. Kualitas visual sangat menentukan harga jual,” ujar Sudartono.

Sebagai Ketua Kelompok Tani Sido Rejo IV, ia mengoordinasikan sekitar 15 pekerja yang membantu proses produksi, mulai dari persiapan lahan hingga distribusi.

Keterlibatan tenaga kerja lokal turut mendorong perputaran ekonomi desa.

Dampak Ekonomi Lokal dan Ketahanan Usaha Tani

Stabilnya produksi dan permintaan krisan berdampak langsung pada pendapatan petani dan pekerja kebun.

Aktivitas panen harian menciptakan lapangan kerja berkelanjutan serta memperkuat identitas desa sebagai kampung bunga.

Model budidaya berkelanjutan ini juga memberi contoh bahwa sektor florikultura mampu bertahan di tengah fluktuasi ekonomi, asalkan petani menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan.

Dengan dukungan kelompok tani dan jaringan distribusi yang luas, krisan dari Tutur terus hadir di pasar nasional dan menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga.

Ananda.

One thought on “Produksi Krisan Tutur Tetap Stabil Penuhi Pasar Nasional”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *