Tulungagung, awosmedia.com,- Polres Tulungagung siagakan 823 personel gabungan untuk memberikan layanan pengamanan pada kegiatan pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang berlangsung di Kabupaten Tulungagung, Selasa (16/6/2026).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Kapolres Tulungagung AKBP Ihram Kustarto mengatakan, ratusan personel tersebut berasal dari unsur kepolisian, instansi lintas sektor, serta didukung pengamanan internal dari perguruan silat.
Baca juga: Bantuan Pangan Sidoarjo Jangkau 181 Ribu Penerima Manfaat
Menurutnya, koordinasi pengamanan telah dilakukan sejak jauh hari guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan.
“Koordinasi untuk kegiatan layanan pengamanan ini sudah kami lakukan dengan instansi lintas sektor, agar dalam pelaksanaan kegiatan sah-sahan warga baru PSHT nanti berjalan aman dan tertib,” kata AKBP Ihram Kustarto.
Pengamanan Libatkan Lintas Sektor
Polres Tulungagung siagakan personel di sejumlah titik strategis, termasuk jalur utama, lokasi kegiatan, serta wilayah perbatasan yang berpotensi menjadi titik konsentrasi massa.
Pengamanan juga mencakup pengaturan lalu lintas dan patroli rutin untuk menjaga stabilitas keamanan selama kegiatan berlangsung.
Selain itu, pihak kepolisian menggandeng berbagai unsur terkait untuk memperkuat pengawasan dan koordinasi di lapangan.
Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah potensi gangguan ketertiban masyarakat selama proses pengesahan warga baru berlangsung.
AKBP Ihram menegaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat telah berkomitmen menjaga suasana damai. Perguruan silat yang mengikuti kegiatan juga telah menyatakan ikrar damai sebagai bentuk komitmen menjaga hubungan harmonis antarorganisasi pencak silat.
“Semua pihak sepakat menjaga hubungan harmonis antarperguruan pencak silat. Semua juga sepakat menjunjung toleransi dan saling mendukung selama kegiatan,” ujarnya.
Fokus Pengamanan Hingga Perayaan 1 Suro
Kabag Ops Polres Tulungagung Kompol Maga Fidri Isdiawan menambahkan, pengamanan tidak hanya dilakukan saat prosesi pengesahan warga baru, tetapi juga berlanjut hingga rangkaian kegiatan masyarakat dalam momentum 1 Suro selesai.
Menurutnya, Polres Tulungagung melakukan penebalan personel di sejumlah wilayah perbatasan Kabupaten Tulungagung, khususnya yang berbatasan dengan Kabupaten Trenggalek, Blitar, dan Kediri. Langkah ini bertujuan mengantisipasi mobilitas massa dari berbagai daerah.
“Kami juga mengantisipasi gesekan antara peserta dengan masyarakat. Jangan sampai kegiatan ini menimbulkan konflik,” tegas Kompol Maga.
Data panitia menunjukkan bahwa kegiatan pengesahan warga baru PSHT akan diikuti sekitar 1.415 peserta yang berasal dari 19 kecamatan di Kabupaten Tulungagung. Sementara itu, jumlah penggembira yang diperkirakan hadir mencapai sekitar 5.000 orang.
Imbauan Hindari Konvoi dan Gesekan
Untuk menjaga keamanan bersama, kepolisian mengimbau para penggembira agar tetap berada di wilayah masing-masing dan tidak melakukan konvoi menuju daerah lain.
Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan terhadap potensi gesekan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Polres Tulungagung berharap seluruh peserta dan penggembira dapat mematuhi aturan yang telah disepakati bersama.
Kepatuhan terhadap imbauan keamanan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran kegiatan serta menciptakan suasana yang aman bagi masyarakat.
“Kami imbau penggembira dari setiap wilayah fokus di daerahnya sendiri, tidak konvoi ke daerah lain untuk mengantisipasi terjadinya gesekan antar pesilat,” pungkas Kompol Maga.
Melalui pengamanan yang melibatkan 823 personel gabungan dan dukungan seluruh pihak terkait, Polres Tulungagung menargetkan kegiatan pengesahan warga baru PSHT hingga perayaan 1 Suro dapat berlangsung tertib tanpa menimbulkan gangguan keamanan.
Komitmen bersama menjaga perdamaian dan toleransi menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi yang kondusif di tengah masyarakat.
And.



