Pendapatan APBN Tembus Rp1.459 Triliun hingga Juni 2026

Jakarta, Awosmedia.com,- Pendapatan APBN tembus Rp1.459,4 triliun atau setara 46,3 persen dari target dalam APBN hingga 30 Juni 2026. Menteri Keuangan Purbaya menyampaikan capaian tersebut dalam konferensi pers #APBNKiTa di Jakarta.

Ia menegaskan bahwa kinerja APBN hingga semester pertama tahun 2026 tetap menunjukkan hasil yang kuat, ditopang fundamental ekonomi nasional yang solid.

Rincian Sumber Pendapatan Negara

Realisasi pendapatan negara sebesar Rp1.459,4 triliun tersebut ditopang oleh tiga pos utama. Penerimaan pajak menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp1.035,7 triliun.

Baca juga: Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 Dorong UMKM Naik Kelas

Penerimaan kepabeanan dan cukai menyumbang Rp152,0 triliun, sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp271,0 triliun.

Di sisi belanja, pemerintah mencatat realisasi sebesar Rp1.656,0 triliun atau 43,1 persen terhadap pagu APBN. Belanja pemerintah pusat menyerap Rp1.298,6 triliun, sedangkan transfer ke daerah tercatat sebesar Rp357,4 triliun.

Selisih antara pendapatan dan belanja tersebut menghasilkan defisit APBN sebesar Rp196,5 triliun, atau setara 0,76 persen dari produk domestik bruto (PDB). Pemerintah turut mencatatkan surplus keseimbangan primer sebesar Rp85,1 triliun.

Dua Lembaga Pemeringkat Beri Pengakuan

Purbaya menyatakan bahwa fundamental APBN dan ekonomi Indonesia yang baik ini telah diakui oleh dua lembaga pemeringkat kredit internasional. S&P Global Ratings tetap mempertahankan peringkat Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil.

Simak juga: https://www.instagram.com/p/DbHsLDPjyO7/?igsh=OHQxM2pnYTM0NTdh

Lembaga pemeringkat asal Tiongkok, China Lianhe Credit Rating Co., Ltd., bahkan memberikan Indonesia rating AAA dengan outlook stabil dalam laporan yang diterbitkan pada 1 Juli 2026.

Lianhe Ratings mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di atas 5 persen sejak 2022 dan diperkirakan akan terus berlanjut. Inflasi dinilai terkendali dan guncangan eksternal dapat diredam.

Utang luar negeri Indonesia juga relatif rendah dengan kapasitas pembayaran yang kuat, didukung cadangan devisa yang memadai, serta rasio utang pemerintah yang prudent.

Modal Menjaga Kepercayaan Pasar

Capaian pendapatan yang kuat disertai defisit terkendali ini menjadi modal penting bagi pemerintah untuk menjaga kepercayaan pasar dan investor terhadap surat berharga negara.

Pengakuan dari S&P dan Lianhe diharapkan memperkuat daya tarik investasi ke Indonesia, sekaligus menekan biaya pembiayaan utang negara ke depan.

Dengan demikian, ruang fiskal untuk mendukung pembangunan dan belanja publik tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global yang masih dinamis.

And.

One thought on “Pendapatan APBN Tembus Rp1.459 Triliun hingga Juni 2026”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *