Pemeriksaan Ante Mortem Pastikan Hewan Kurban Pasuruan Sehat dan Layak

Pasuruan, Awosmedia.com,- Pemeriksaan ante mortem dilakukan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Pasuruan untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Pemeriksaan berlangsung di sejumlah lapak penjualan hewan kurban, termasuk di Kecamatan Pohjentrek, Rabu (20/5/2026).

Dokter hewan bersama petugas peternakan memeriksa ternak melalui prosedur ante mortem atau pemeriksaan kesehatan sebelum penyembelihan.

Baca juga: Polres Pacitan Bongkar Komplotan Pencuri Kotak Amal Masjid

Mereka menilai kondisi fisik luar hewan, mulai mata, hidung, mulut, bulu, kulit, hingga suhu tubuh. Petugas juga memastikan hewan mampu berdiri dan berjalan normal sebagai indikator kesehatan dasar.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ternak bebas dari penyakit menular, memenuhi syarat kurban, serta menghasilkan daging Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) bagi masyarakat.

Fokus Cegah Penyakit Menular Ternak

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Kabupaten Pasuruan, Muhammad Syaifi, mengatakan pemeriksaan ante mortem menjadi bagian penting dalam pengawasan kesehatan hewan kurban.

Menurutnya, pemerintah daerah harus menjaga agar ternak yang dijual kepada masyarakat tidak membawa penyakit menular maupun zoonosis.

Ia menjelaskan penyakit mulut dan kuku (PMK) masih memerlukan perhatian serius meski kondisi ternak relatif terkendali.

Simak juga: https://www.instagram.com/reel/DYjIrT6xyCm/?igsh=cG53bnRyd2h4eGl0

Karena itu, petugas tidak hanya memeriksa kesehatan umum hewan, tetapi juga mengevaluasi kelayakan ternak berdasarkan usia dan kondisi fisiknya.

“Penyakit ternak masih ada seperti penyakit mulut dan kuku yang masih harus kita waspadai dan penyakit menular lainnya. Selain itu, kelayakan ternak untuk bisa digunakan sebagai hewan kurban atau tidak harus diperhatikan,” kata Syaifi.

Petugas lapangan menjalankan pemeriksaan dengan alat pelindung diri (APD) berupa masker, sarung tangan, apron, dan perlengkapan pendukung lainnya.

Seratus Petugas Diterjunkan di Seluruh Kecamatan

DKP3 Kabupaten Pasuruan membentuk Tim Pengawas Hewan Kurban yang berjumlah 100 orang. Tim tersebut disebar di 24 kecamatan untuk melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem hingga H+3 Iduladha.

Syaifi menyebut pengawasan dilakukan secara menyeluruh agar masyarakat memperoleh hewan kurban yang benar-benar layak.

Dari dua lapak di Kecamatan Pohjentrek yang diperiksa, seluruh ternak dinyatakan sehat. Petugas mencatat terdapat 10 ekor sapi dan 28 ekor kambing yang lolos pemeriksaan.

DKP3 kemudian menerbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) kepada pemilik lapak sebagai bukti bahwa ternak telah melalui pemeriksaan resmi.

Salah seorang pedagang hewan kurban, Irfan, mengaku menjual 10 ekor sapi dan 80 ekor kambing untuk kebutuhan Iduladha tahun ini.

Menurutnya, sekitar separuh ternak sudah terjual dengan harga kambing mulai Rp2,5 juta hingga Rp4,5 juta per ekor, sedangkan sapi bali dijual mulai Rp20 juta.

Pengawasan melalui pemeriksaan ante mortem tidak hanya menjaga kesehatan ternak, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas hewan kurban yang beredar di Pasuruan.

Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan Iduladha berjalan aman sekaligus menghadirkan daging kurban yang memenuhi standar ASUH.

Ananda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *