Koramil 0819/12 dan Warga Rembang Bersihkan Aliran Sungai

Pasuruan, Awosmedia.com,- Koramil 0819/12 Rembang bersama warga RT 004 RW 002 Dusun Kedunglembu, Desa Oro-Oro Ombo Kulon menggelar kegiatan kerja bakti membersihkan aliran sungai yang melintas di wilayah desa.

Aksi yang mereka lakukan pada Senin, (08/12/2025), menunjukkan komitmen nyata dalam mencegah potensi banjir di musim penghujan serta turut menjaga kebersihan lingkungan.

Kegiatan gotong royong ini menyita perhatian warga, lantaran dilakukan secara terpadu dan melibatkan banyak elemen masyarakat.

Aksi pembersihan sungai tersebut difokuskan pada pengangkatan sampah rumah tangga, daun kering, ranting pohon, serta gulma liar yang menutupi aliran air.

Baca juga: Wabup Pasuruan Lepas Kontingen NPCI ke Keparprov Jatim

Tumpukan sampah yang mengendap di bantaran sungai selama beberapa minggu terakhir dinilai menjadi ancaman serius terhadap kelancaran aliran air, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah Rembang.

Antusiasme Warga dan TNI dalam Aksi Lingkungan

Sejak pagi hari, puluhan warga dan personel Koramil 0819/12 Rembang mulai memadati lokasi sungai dengan membawa peralatan sederhana seperti cangkul, sabit, karung plastik, dan alat pemotong rumput.

Simak juga:https://www.instagram.com/reel/DR9OGg3kqTz/?igsh=NGZudHQ2eGZ3Zmcx

Suasana gotong royong tampak hidup ketika warga dan anggota TNI bekerja berdampingan, bahu-membahu membersihkan area yang dianggap rawan menimbulkan penyumbatan.

Kehadiran anggota Koramil di tengah masyarakat bukan hanya memacu semangat, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara TNI dan warga.

Dengan pendekatan humanis, para Babinsa mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya pencegahan dini terhadap musibah banjir.

Sertu Suharno, salah satu Babinsa Koramil 0819/12 Rembang yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari kewajiban moral sekaligus tanggung jawab sosial TNI dalam menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan.

“Kami bersama warga berkomitmen untuk menjaga sungai ini tetap bersih agar aliran air lancar dan tidak menimbulkan potensi banjir,” ungkap Sertu Suharno.

Menurutnya kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama, dan gotong royong seperti inilah yang terus kami dorong demi terciptanya desa yang sehat, rapi, dan nyaman

Upaya Pencegahan Banjir yang Harus Dilakukan Berkala

Sertu Suharno menambahkan bahwa aksi bersih sungai ini bukan kegiatan satu kali saja, tetapi idealnya dilakukan rutin agar tidak terjadi penumpukan sampah yang dapat memicu banjir sewaktu-waktu.

Ia menegaskan bahwa peran aktif masyarakat adalah kunci utama keberhasilan upaya pencegahan bencana.

Selain membantu memperlancar aliran air, kegiatan ini juga meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Banyak warga yang merasa terbantu dengan adanya pendampingan dari TNI, sebab terkadang masyarakat kurang menyadari besarnya dampak yang muncul ketika sungai dibiarkan dipenuhi sampah.

Menurut sejumlah warga, kegiatan ini memberikan motivasi agar lebih disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya.

Warga juga berharap aksi semacam ini dapat terus digalakkan tiap bulan, mengingat Desa Oro-Oro Ombo Kulon merupakan salah satu wilayah yang rawan genangan ketika curah hujan tinggi.

Sinergi TNI dan Masyarakat, Wujud Kepedulian Lingkungan

Gotong royong ini juga menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan sosial antara aparat TNI dan masyarakat.

Tidak sedikit warga yang mengapresiasi pendekatan humanis Koramil Rembang yang selalu hadir dalam berbagai kegiatan sosial di desa.

Selama ini, Babinsa setempat dikenal aktif membina masyarakat lewat edukasi lingkungan, pendampingan sosial, serta program keamanan wilayah.

Aksi bersih sungai kali ini diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Rembang. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah desa, masyarakat, dan TNI, upaya pencegahan banjir dapat dilakukan lebih maksimal.

Sungai yang bersih, aliran air yang lancar, dan lingkungan yang tertata rapi merupakan investasi jangka panjang bagi kenyamanan bersama.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta sepakat untuk menjadwalkan kembali kerja bakti lanjutan pada bulan depan.

Mereka menegaskan bahwa menjaga kebersihan sungai bukan hanya kewajiban pemerintah atau TNI, melainkan tugas seluruh warga demi menciptakan desa yang sehat dan bebas dari ancaman banjir.

Gio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *