Jakarta, Awosmedia.com,- Kemhan evaluasi Komcad setelah Vanreko Varkas Bagaskara, ASN Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), meninggal dunia ketika mengikuti Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kemhan Letjen TNI Gabriel Lema mengatakan evaluasi akan mencakup sistem seleksi peserta.
Pemerintah ingin memastikan peserta yang mengikuti pendidikan Komcad memiliki kesiapan, terutama dari aspek kesehatan.
Baca juga: Kontraktor Pompa Sidokare Terancam Blacklist, Ini Sebabnya
Vanreko Meninggal Saat Latsarmil Komcad
Vanreko meninggal setelah mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti rangkaian Latsarmil Komcad ASN Gelombang II Tahun 2026 pada Jumat, 25 September 2026.
Kepala RSAU dr. Esnawan Antariksa Kolonel Kes dr. Iman Fathurrohman menjelaskan, Vanreko sebelumnya menyelesaikan sesi pertama penutupan latihan sekitar pukul 09.30 WIB.
Saat hendak mengikuti sesi berikutnya, Vanreko mengeluhkan pandangan gelap dan pusing. Ia kemudian kehilangan kesadaran.
Tim kesehatan Pusdikkes yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan pertama. Pemeriksaan awal menunjukkan tekanan darah rendah dan peningkatan suhu tubuh yang mengindikasikan serangan heatstroke.
Petugas memberikan pendinginan, cairan melalui infus, serta terapi oksigen sebelum membawa Vanreko ke IGD RSAU dr. Esnawan Antariksa. Setelah mendapat perawatan lanjutan, kondisi Vanreko sempat menunjukkan perkembangan positif.
Namun, kondisi tersebut kemudian memburuk. Tim medis akhirnya merujuk Vanreko ke RSPAD Gatot Soebroto untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Vanreko dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat perawatan intensif.

Kemhan Siapkan Evaluasi Menyeluruh
Kemhan menyampaikan duka cita atas meninggalnya Vanreko. Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyebut peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi menyeluruh.
Evaluasi itu, kata Rico, diarahkan untuk memperketat tata kelola pengawasan kesehatan dan keselamatan peserta selama latihan.
Kabacadnas Gabriel Lema juga memastikan sistem seleksi peserta akan dievaluasi. Menurutnya, seluruh mekanisme seleksi dan tahapan yang sudah berjalan akan ditinjau kembali.
“Semua mekanisme kan, semua kan lewat seleksi dan tahapan-tahapan yang ada,” kata Gabriel di Lanud Halim Perdanakusuma, Selasa, 29 September 2026.
Seleksi Kesehatan Jadi Perhatian
Evaluasi menjadi penting karena Komcad ASN Gelombang II 2026 melibatkan ribuan peserta dari kementerian dan lembaga pemerintah.
Kemhan sebelumnya menyebut 50 kementerian dan lembaga mengusulkan 3.180 ASN untuk mengikuti proses rekrutmen. Dari jumlah tersebut, 2.590 peserta menjalani pemeriksaan kesehatan dan 2.105 orang dinyatakan lolos untuk mengikuti tahapan berikutnya.
Latsarmil Komcad ASN Gelombang II sendiri dibuka pada 24 Agustus 2026. Kemhan mencatat 2.065 peserta mengikuti pendidikan yang dijadwalkan berlangsung hingga 8 Oktober 2026.
Menhan Sampaikan Belasungkawa
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Vanreko saat memberikan pengarahan kepada peserta Komcad ASN di Lanud Halim Perdanakusuma pada 28 September 2026.
Kemhan menyebut proses pemulasaraan hingga pemakaman Vanreko mendapat fasilitasi dari Kementerian Pertahanan bersama instansi terkait sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Insiden tersebut kini menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan Komcad, khususnya terkait seleksi kesehatan, pengawasan kondisi peserta, serta keselamatan selama menjalani latihan dasar militer.
M.Hadi




One thought on “Kemhan Evaluasi Komcad Usai ASN Meninggal”