Kecelakaan Terulang Akibat Proyek Minim Rambu Keselamatan

Oplus_131072

PASURUAN, Awosmedia.com,- Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur Tambak Rejo–Sidogiri, Kabupaten Pasuruan, akibat minimnya rambu-rambu keselamatan pada proyek pengecoran jalan yang sedang berlangsung.

Peristiwa kecelakaan menimpa seorang pengendara motor berusia 18 tahun pada Kamis (5/12/2025) sekitar pukul 18.00 WIB, dan kembali menegaskan buruknya standar keselamatan kerja pada proyek-proyek pemerintah di daerah tersebut.

Insiden bermula ketika D, seorang warga Jalan Halmahera Gang 9B, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, melintas di area Sungiwetan, Dusun Suko, Kecamatan Kraton. Di lokasi itu terdapat proyek pekerjaan pengecoran jalan tepat di depan pabrik pelet kayu NIA.

Namun, proyek tersebut diduga tidak dilengkapi rambu-rambu keselamatan, garis pembatas, maupun penerangan yang cukup, hingga berpotensi membahayakan para pengguna jalan.

Baca juga: Inflasi Pasuruan Stabil Berkat Sinergi Pengendalian Terpadu

Kecelakaan terjadi saat korban tidak menyadari adanya bagian pengecoran yang jalannya terputus dengan selisih ketinggian sekitar 10 sentimeter.

Akhirnya motor yang dikendarai korban langsung menghantam ke titik elevasi tersebut, membuat D terjatuh dan terpental ke sisi jalan.

Simak juga: https://vt.tiktok.com/ZSfnACN59/

Kejadian itu berlangsung cepat dan spontan, mengingat kondisi sore hari sudah mulai gelap dan tidak ada tanda peringatan apa pun yang memberi tahu pengendara tentang perubahan struktur jalan.

Beruntung, saat kecelakaan terjadi, Ketua LBH Cakra, Yunita Panca, S.Sos., S.H., sedang melintas di lokasi dan melihat korban terkapar.

Ia langsung menghentikan kendaraan, memberikan pertolongan pertama, dan bersama warga sekitar membawa korban ke RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan untuk menjalani perawatan medis lebih lanjut.

Menurut warga sekitar, kejadian seperti ini bukanlah hal baru. Mereka mengaku bahwa kecelakaan serupa telah terjadi berulang kali dalam beberapa pekan terakhir.

Keluhan warga tersebut menunjukkan bahwa pelaksana proyek diduga abai terhadap standar operasional keselamatan kerja di lapangan.

Padahal, menurut aturan, setiap lokasi proyek yang berpotensi mengganggu aktivitas pengguna jalan wajib dilengkapi rambu-rambu peringatan, lampu penerangan, pagar pembatas, dan jalur alternatif sementara.

Minimnya perhatian terhadap keselamatan dinilai sangat membahayakan, terlebih jalur tersebut merupakan akses yang cukup ramai dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Masyarakat menyoroti besarnya anggaran pembangunan jalan tetapi tidak diiringi dengan penyediaan rambu keselamatan yang memadai. Kondisi tersebut dianggap mencerminkan buruknya pengawasan proyek, baik dari pihak kontraktor maupun instansi terkait.

“Sangat disayangkan. Anggaran besar tapi rambu keselamatan saja tidak disiapkan. Padahal ini menyangkut nyawa orang,” ujar warga lain dengan nada kecewa.

Selain itu, warga meminta pemerintah daerah, khususnya dinas pekerjaan umum, untuk segera turun tangan melakukan evaluasi serta menegur kontraktor pelaksana.

Mereka berharap pihak terkait dapat menambahkan rambu-rambu peringatan, memeriksa ulang hasil dari pekerjaan sementara.

Serta memastikan bahwa pelaksanaan proyek memenuhi standar Analisis Dampak Lalu Lintas (Amdalalin) agar pengguna jalan tidak menjadi korban berikutnya.

“Keselamatan dan kenyamanan di jalan itu hak masyarakat. Jangan sampai proyek pemerintah justru menjadi ancaman bagi pengguna jalan,” tegas seorang warga.

Insiden ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan semua pemangku kepentingan agar tidak mengabaikan aspek keselamatan dalam proyek pembangunan.

Setiap pekerjaan fisik, sekecil apa pun, wajib memperhitungkan risiko yang ditimbulkan bagi masyarakat. Tanpa rambu yang memadai, setiap proyek berubah menjadi titik rawan kecelakaan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor maupun dinas terkait.

Warga berharap langkah cepat dilakukan sebelum jatuh korban berikutnya, karena jalan umum adalah ruang publik yang harus aman dan nyaman bagi siapa pun yang melintas.

Gio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *