Jargas Sidoarjo Tekan Pengeluaran Rumah Tangga Lebih Efisien

Sidoarjo, Awosmedia.com,- Jargas Sidoarjo tekan pengeluaran rumah tangga melalui pemanfaatan jaringan gas bumi yang dinilai lebih praktis dan efisien dibanding penggunaan LPG. Manfaat tersebut semakin dirasakan warga seiring perluasan jaringan gas ke sejumlah kawasan permukiman di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Terbaru, pemerintah meresmikan 7.223 sambungan rumah (SR) jaringan gas di Kecamatan Waru dan Candi pada Jumat, 18 September 2026. Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses energi bagi masyarakat sekaligus mendorong efisiensi biaya kebutuhan rumah tangga.

Jargas Sidoarjo Beri Manfaat Ekonomi

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman mengatakan jaringan gas memberikan kemudahan bagi masyarakat karena warga tidak perlu membeli tabung LPG secara berkala.

Baca juga: Bupati Subandi Sampaikan Raperda APBD 2027 kepada DPRD

Menurut Dudung, jaringan Gas juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi karena masyarakat memperoleh sumber energi yang lebih terjangkau. Ia meminta operator menjaga keandalan jaringan serta kualitas pelayanan seiring bertambahnya jumlah pelanggan.

Pemerintah daerah juga mendapat dorongan untuk memperkuat sosialisasi. Masyarakat perlu memahami cara penggunaan jargas secara aman sekaligus mengetahui layanan yang tersedia apabila terjadi gangguan.

Pengeluaran Energi Bisa Lebih Hemat

Efisiensi biaya menjadi salah satu alasan masyarakat memilih menggunakan jaringan gas bumi.

Dalam pemantauan BPH Migas pada April 2026, pelanggan rumah tangga di Sidoarjo menyebut pengeluaran jargas rata-rata berada di kisaran Rp70 ribu hingga Rp90 ribu per bulan.

Jargas Sidoarjo terus diperluas dan dinilai membantu menekan pengeluaran rumah tangga melalui energi yang praktis dan efisien.

Pelanggan tersebut membandingkannya dengan penggunaan LPG yang sebelumnya bisa mencapai sekitar Rp120 ribu per bulan.

Perbedaan pengeluaran tersebut menunjukkan potensi penghematan bagi keluarga yang menggunakan jargas. Selain aspek biaya, sistem jaringan juga memberikan kemudahan karena gas tersalurkan langsung ke rumah melalui instalasi yang tersedia.

Puluhan Ribu Rumah Sudah Terhubung

Pengembangan jargas di Sidoarjo telah berlangsung sejak 2010. Pemerintah memilih Sidoarjo sebagai salah satu wilayah pengembangan karena daerah tersebut memiliki potensi minyak dan gas bumi.

Hingga 2026, pembangunan jargas di Sidoarjo telah mencapai 29.961 sambungan rumah yang tersebar di Kecamatan Waru, Tanggulangin, dan Candi. Pemerintah menargetkan pengembangan jaringan tersebut terus berlanjut.

Tingginya penggunaan juga terlihat di Perumahan Deltasari Indah. PGN mencatat sekitar 478 dari 530 rumah atau hampir 90 persen rumah di kawasan tersebut telah menggunakan jargas untuk kebutuhan bahan bakar sehari-hari.

Keamanan Tetap Menjadi Perhatian

PGN terus memberikan edukasi kepada pelanggan mengenai keamanan penggunaan gas bumi. Sosialisasi mencakup layanan pelanggan, pencatatan meter, hingga prosedur penanganan ketika terjadi gangguan.

Langkah tersebut penting karena perluasan jaringan harus berjalan beriringan dengan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan energi secara aman.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM juga menargetkan pembangunan satu juta sambungan jargas rumah tangga baru secara nasional hingga 2028. Sidoarjo menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian dalam pengembangan program tersebut.

Dengan bertambahnya sambungan rumah, jargas diharapkan tidak hanya memperluas akses energi, tetapi juga membantu masyarakat mengelola pengeluaran kebutuhan rumah tangga secara lebih efisien.

M. Hadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *