Jember,- Awosmedia.com,- Insiden KA Sangkuriang di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (14/5/2026), menyebabkan satu korban jiwa setelah kereta api menabrak sepeda motor di perlintasan sebidang JPL 205 petak jalan Kotok (KTK)–Arjasa (AJ).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Korban diketahui berinisial REE (24), pengendara sepeda motor Honda BeAt yang melintas dari arah selatan menuju jalur perlintasan kereta api.
Manager Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan masinis KA PLB 7046A Sangkuriang telah memberikan semboyan 35 atau isyarat peringatan secara berulang sebelum tabrakan terjadi.
Baca juga: Taman Edelweis Wonokitri Tawarkan Wisata Edukasi Bunga Abadi
Namun, jarak kendaraan yang sudah terlalu dekat dengan rel membuat kecelakaan tidak dapat dihindari. Benturan keras menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kereta Sempat Berhenti Untuk Pemeriksaan
Setelah insiden terjadi, KA Sangkuriang melakukan berhenti luar biasa untuk menjalani pemeriksaan sarana.
Petugas memastikan kondisi rangkaian kereta tetap aman sebelum perjalanan dilanjutkan kembali.
PT KAI Daop 9 Jember memastikan seluruh penumpang dan petugas kereta berada dalam kondisi selamat.
Proses pemeriksaan berlangsung singkat sebelum kereta kembali melanjutkan operasional sesuai jalur yang ditentukan.
Warga sekitar dan petugas terkait langsung mendatangi lokasi untuk membantu proses evakuasi korban.
Arus lalu lintas di sekitar perlintasan sempat mengalami perlambatan akibat banyaknya warga yang berkumpul menyaksikan kejadian tersebut.
Insiden ini kembali menyoroti keselamatan di perlintasan sebidang yang masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Jember.
Belum Ada Petugas Penjaga Resmi
Meski lokasi perlintasan sudah memiliki pintu pengaman secara fisik, hingga kini belum terdapat petugas resmi yang berjaga di area tersebut.
Kondisi itu terjadi karena proses seleksi penjaga perlintasan masih berlangsung di Dinas Perhubungan.
Tidak adanya penjaga aktif dinilai meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat jam sibuk ketika kendaraan melintas cukup padat.
Sejumlah warga berharap pemerintah daerah segera mempercepat penempatan petugas demi meningkatkan keamanan pengguna jalan.
“Kereta api tidak dapat berhenti mendadak karena memiliki jarak pengereman panjang. Keselamatan di perlintasan membutuhkan disiplin dari seluruh pengguna jalan,” ujar Cahyo.
Kesadaran Pengguna Jalan Jadi Kunci
Kecelakaan ini menambah daftar insiden di perlintasan sebidang yang sebagian besar dipicu kurangnya kewaspadaan pengguna jalan.
Faktor terburu-buru dan mengabaikan peringatan kerap menjadi penyebab utama kecelakaan di jalur rel kereta api.
Peristiwa di Jember tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama saat berkendara.
Pemerintah daerah, PT KAI, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat edukasi keselamatan transportasi agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Duka yang muncul akibat insiden ini menunjukkan bahwa satu kelalaian kecil di perlintasan rel dapat berakibat fatal.
Kesadaran dan kedisiplinan setiap pengendara menjadi langkah paling penting untuk melindungi nyawa di jalur perlintasan kereta api.
And.




One thought on “Insiden KA Sangkuriang Di Jember Sebabkan Korban Jiwa”