Pasuruan, Awosmedia.com, – Hujan Deras disertai angin puting beliung menerjang wilayah Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, pada Sabtu sore, 3 Januari 2026.
Peristiwa cuaca ekstrem ini menyebabkan kerusakan pada belasan rumah warga serta fasilitas pendidikan, termasuk atap parkir SD Negeri Mojoparon yang roboh akibat terjangan angin kencang.
Hujan Lebat Disertai Puting Beliung
Kejadian bencana alam tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Rembang dengan durasi cukup lama.
Intensitas hujan yang tinggi diperparah oleh kemunculan angin puting beliung yang bergerak dari arah utara menuju selatan dan melintasi sejumlah permukiman warga di Desa Mojoparon.
Salah satu saksi mata sekaligus perangkat Desa Mojoparon, M. Syaifudin Fajrin, menjelaskan bahwa kondisi cuaca berubah drastis dalam waktu singkat.
Angin kencang berputar disertai hujan lebat membuat warga tidak sempat melakukan banyak antisipasi.
Baca juga: Refleksi Sidoarjo Memahami Peradaban Kerajaan Kahuripan
“Hujan deras juga angin puting beliung lumayan kuat dengan durasi cukup lama, sehingga menyebabkan beberapa rumah warga serta bangunan sekolah ikut terkena,” jelasnya.
Sekolah dan Permukiman Ikut Terdampak
Dampak paling terlihat terjadi di lingkungan SD Negeri Mojoparon yang berlokasi di Dusun Badong, Gang Watukucing, RT 02 RW 05.
Simak juga Pohon Roboh menimpa Mobil di: https://vt.tiktok.com/ZS5DqYPCt/
Atap parkir sekolah dilaporkan roboh setelah tidak mampu menahan terpaan angin kencang. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Selain fasilitas sekolah, permukiman warga di beberapa RT dan RW juga mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Sebagian besar kerusakan berupa genteng rumah yang terkoyak atau terlepas akibat hembusan angin puting beliung. Total terdapat tiga atap rumah warga yang mengalami kerusakan cukup signifikan.
Data Rumah Warga Terdampak
Berdasarkan pendataan sementara di lapangan, sebanyak 12 rumah warga tercatat terdampak langsung akibat hujan deras dan angin puting beliung.
Rinciannya, di wilayah RT 02 RW 05 terdapat lima rumah milik H. Samsuri, Slamet Raharjo, Sulistyowati, Abd. Halim, dan Luluk. Kemudian di RT 01 RW 05 terdapat enam rumah milik Abd Rochim, Sudarto, H. Sukari, Syamsudin, Choirudin, dan Zumrotin.
Sementara itu, satu rumah warga di RT 02 RW 03 milik Husnul Khotimah juga mengalami dampak akibat cuaca ekstrem tersebut.
Beberapa rumah lain di sekitar lokasi kejadian turut terdampak hujan deras, meski tidak mengalami kerusakan struktural yang berarti.
Gotong Royong dan Langkah Antisipasi
Warga setempat bergerak cepat melakukan penanganan awal pascakejadian. Warga secara swadaya dan bergotong royong memperbaiki atap rumah yang rusak serta membersihkan material bangunan yang berserakan.
Upaya ini dilakukan untuk meminimalkan dampak lanjutan, terutama mengingat potensi cuaca ekstrem susulan.
Secara umum, kejadian ini dikategorikan sebagai bencana dengan skala kecil. Namun demikian, pihak desa tetap menyusun laporan resmi sebagai bahan pendataan dan tindak lanjut oleh instansi terkait.
Perhatian khusus diperlukan untuk memastikan bangunan yang rusak dapat diperbaiki dengan aman dan layak.
Peristiwa hujan deras dan angin puting beliung di Mojoparon menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.
Solidaritas warga yang tercermin melalui aksi gotong royong menunjukkan kekuatan sosial masyarakat dalam menghadapi bencana, sekaligus menjadi modal penting dalam upaya pemulihan dan mitigasi ke depan.
Gio




One thought on “Hujan Deras Puting Beliung Terjang Mojoparon Rembang”