Pasuruan, Awosmedia.com,- Faris Faelani secara aklamasi terpilih menjabat sebagai Ketua Umum baru Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Pasuruan, pada periode tahun 2026–2029.
Ia terpilih berdasarkan hasil keputusan dan mufakat dari semua peserta yang hadir di Musyawarah Besar (Mubes), pada Selasa, (23/12/2025), bertempat di Aula Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan.
Mubes FPRB Kabupaten Pasuruan tahun 2025 mengusung tema “Sinergi Pentahelix Menuju Kabupaten Pasuruan Tangguh Bencana dan Berkelanjutan”.
Pernyataan Ketua Terpilih Faris Faelani
Ketua FPRB Kabupaten Pasuruan terpilih, menyampaikan komitmennya memperkuat peran organisasi sebagai mitra strategis BPBD dan memperluas jejaring kolaborasi lintas sektor.
“FPRB harus hadir sebagai garda terdepan dalam mitigasi dan edukasi kebencanaan. Kami akan terus memperkuat koordinasi relawan sampai tingkat kecamatan dan memastikan kesiapsiagaan masyarakat, terutama kelompok rentan, yang menjadi prioritas utama,” ujar Faris.
Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi relawan lintas organisasi, komunitas kebencanaan, serta insan media yang selama ini berperan aktif dalam mitigasi dan pelaporan kebencanaan.
Baca juga : Peringatan Hari Ibu, Kapolres Pasuruan Tegaskan Peran Ibu
FPRB Mitra Strategis BPBD Kabupaten Pasuruan
Dalam forum tersebut ditegaskan kembali peran strategis FPRB sebagai mitra utama bagi BPBD Kabupaten Pasuruan dalam penanganan kebencanaan.

Hal tersebut dikarenakan FPRB dinilai memiliki kontribusi penting dalam upaya mitigasi bencana, edukasi pra-bencana, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya di wilayah rawan bencana.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, relawan, akademisi, dunia usaha, media, serta masyarakat menjadi kunci dalam membangun sistem pengurangan risiko bencana yang terintegrasi berkelanjutan.
Musyawarah yang dipimpin oleh Mulyono Wibisono juga menyerap berbagai saran, dan masukan konstruktif dari relawan di tingkat akar rumput.
Salah satu fokus utama di dalam mubes tahun 2025, yaitu pembahasan penguatan struktur koordinasi FPRB hingga ke tingkat kecamatan.
FPRB Kabupaten Pasuruan berkomitmen mempererat sinergi dengan simpul-simpul relawan yang telah terbentuk di setiap kecamatan guna meningkatkan kecepatan dan ketepatan respons saat bencana terjadi.
Rencana Pembentukan Posko Kebencanaan
Dalam Mubes tersebut mengemuka gagasan pembentukan posko kebencanaan di tingkat kecamatan. Posko ini direncanakan menjadi pusat koordinasi pra-bencana, tanggap darurat, hingga pascabencana.
Keberadaan posko diharapkan mampu mempercepat antisipasi, mempermudah distribusi informasi, serta memastikan respons cepat melalui kolaborasi antara relawan kecamatan dan FPRB kabupaten.
Perhatian Serius pada Kelompok Rentan
Isu penanganan kelompok rentan menjadi sorotan penting dalam musyawarah ini. Forum menilai penyandang disabilitas dan lansia kerap belum mendapatkan penanganan maksimal dalam situasi darurat bencana.
Sebagai tindak lanjut, disepakati perlunya program peningkatan kapasitas relawan agar memiliki keahlian khusus dalam melakukan evakuasi dan pendampingan bagi penyandang disabilitas serta lansia secara aman dan manusiawi.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi pentahelix agar upaya pengurangan risiko bencana berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi pemerintah, relawan, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat agar Kabupaten Pasuruan benar-benar tangguh menghadapi bencana,” tambahnya.
Terpilihnya Faris Faelani diharapkan dapat membawa FPRB semakin solid, responsif, dan berdaya dalam rangka menekan risiko bencana serta memperkuat ketangguhan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan.
Fandi/Gio



