Surabaya, Awosmedia.com,- Dr. Koen pimpin Tim STIE ABI Surabaya mengikuti Festival Riset dan Inovasi 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) di Kebun Raya Mangrove Surabaya. Sabtu (25/7/2026).
Dalam ajang tersebut, tim STIE ABI yang dipimpin langsung Dr. Koen Irianto Uripan, S.H., S.M., M.M. menampilkan inovasi pengelolaan sampah dan limbah cair rumah tangga yang mendapat perhatian dari pengunjung maupun peserta pameran.
Festival yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya itu menghadirkan berbagai hasil riset dan inovasi dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, komunitas, serta pelaku usaha yang bergerak di bidang teknologi dan lingkungan.
Sebagai Ketua Tim Riset dan Inovasi STIE ABI Surabaya sekaligus Kaprodi S2 Magister Manajemen STIE ABI Surabaya, Dr. Koen pimpin tim dalam memperkenalkan karya bertajuk “Model Integrasi Teknologi Tepat Guna dalam Pengelolaan Sampah dan Limbah Cair Rumah Tangga sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Lingkungan di Kota Surabaya”.
Inovasi tersebut menawarkan pendekatan terpadu dalam pengelolaan lingkungan rumah tangga dengan memanfaatkan teknologi sederhana yang mudah diterapkan masyarakat.
Bawa Solusi Nyata untuk Lingkungan
Dr. Koen mengatakan, keikutsertaan STIE ABI dalam Festival Riset dan Inovasi 2026 merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat.
“Perguruan tinggi tidak boleh hanya menghasilkan penelitian yang berhenti di ruang akademik. Hasil riset harus bisa diterapkan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Dr. Koen.
Menurutnya, persoalan sampah dan limbah cair rumah tangga masih menjadi tantangan besar di berbagai kota di Indonesia. Karena itu diperlukan model pengelolaan yang sederhana, efektif, dan mudah diterapkan oleh masyarakat.
“Melalui inovasi ini kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dan limbah dapat dimulai dari rumah tangga. Jika dilakukan secara terpadu, dampaknya akan sangat besar terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat,” katanya.

Integrasikan Berbagai Teknologi Tepat Guna
Model yang dikembangkan STIE ABI mengusung konsep Integrated Household Environmental Health Technology (IHEHT) yang mengintegrasikan berbagai teknologi pengelolaan lingkungan dalam satu sistem.
Baca juga: Digitalisasi UMKM Guru Buka Jalan Pendapatan Honorer
Konsep tersebut mencakup pemilahan sampah dari sumbernya, pengolahan sampah organik melalui komposting dan budidaya Black Soldier Fly (BSF), pengembangan bank sampah, penggunaan grease trap, biofilter, serta sistem pengolahan limbah cair rumah tangga secara terdesentralisasi.
Menurut Dr. Koen, pendekatan tersebut tidak hanya berfokus pada pengurangan pencemaran lingkungan, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas sanitasi dan kesehatan masyarakat.
“Pengelolaan limbah yang baik dapat menekan risiko penyakit berbasis lingkungan. Di sisi lain, pengolahan sampah yang tepat juga mampu menciptakan nilai ekonomi melalui konsep ekonomi sirkular,” jelasnya.
Dr. Koen berharap inovasi yang dikembangkan timnya dapat diterapkan lebih luas di berbagai daerah, khususnya dalam mendukung program sanitasi dan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan berkelanjutan. Kami berharap inovasi ini dapat menjadi bagian dari solusi untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif,” pungkasnya.
Festival Jadi Ajang Hilirisasi Riset
Festival Riset dan Inovasi 2026 menjadi wadah bagi para peneliti dan akademisi untuk memperkenalkan hasil karya mereka kepada masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat fungsi Kebun Raya Mangrove Surabaya sebagai pusat edukasi, konservasi, dan pengembangan inovasi lingkungan.
Kepala BRIDA Kota Surabaya, Dr. Agus Imam Sonhaji, S.T., M.M.T., sebelumnya menyampaikan bahwa Kebun Raya Mangrove terus dikembangkan sebagai living laboratory atau laboratorium hidup yang dapat dimanfaatkan perguruan tinggi dan lembaga penelitian dalam mengembangkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui festival tersebut, Pemerintah Kota Surabaya berharap hasil riset dari berbagai institusi pendidikan dapat dihilirisasikan menjadi solusi nyata yang mendukung pembangunan kota berkelanjutan.
Komitmen STIE ABI untuk Masyarakat
Keikutsertaan STIE ABI dalam Festival Riset dan Inovasi 2026 menjadi bukti bahwa dunia akademik memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai persoalan sosial dan lingkungan.
Teguh



