Lumajang, Awosmedia.com – DR. Koen Irianto Uripan S.H., S.M., M.M., kembali menjadi sosok sentral di dalam kegiatan pengembangan bisnis sanitasi desa melalui program pelatihan singkat yang diselenggarakan oleh UNICEF–UNAIR dan didukung penuh Pemerintah Kabupaten Lumajang.
BUMDes Srikandi menjadi tuan rumah penguatan kapasitas pelaku sanitasi. Kegiatan digelar pada Rabu (4/12/2025) mulai pukul 07.30–15.00 WIB, dipusatkan di Ruang Pertemuan BUMDes Srikandi
Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Kabid DPMD Lumajang serta dihadiri Dr. Corie dari UNICEF–UNAIR, Kepala Desa Kebonsari, Dinkes Lumajang dan direktur serta pengelola BUMDes.
Hadir juga perwakilan dari Forum BUMDes, antara lain, Bumdes Srikandi, Sopoyono, Ramah Jaya, Wirara, Wonorejo, Kebonsari, serta sanitarian dari berbagai puskesmas di Kabupaten Lumajang.
Penguatan Kapasitas One Stop Shop Sanitasi
Acara bertajuk “Penguatan Kapasitas Aktor Sanitasi dalam Pengembangan dan Implementasi Model Bisnis One Stop Shop Pasar Sanitasi Aman Kabupaten Lumajang”.
Kegiatan ini dirancang untuk menyiapkan BUMDes sebagai pusat layanan sanitasi terpadu. Targetnya, pada 2026 seluruh BUMDes percontohan akan mampu untuk mengimplementasikan model bisnis One Stop Shop secara mandiri dan profesional.
Baca juga: Bupati Sidoarjo Temukan Ketidaksesuaian Proyek Parkir RSUD
Program ini memperkuat keberlanjutan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), terutama pasca-ODF. Setelah masyarakat tidak lagi BABS, BUMDes menjadi ujung tombak penyediaan sarana sanitasi aman, layanan teknis, edukasi, hingga akses produk yang terjangkau.
Kolaborasi UNICEF–UNAIR dan WCKOEn
Pelatihan ini menjadi wadah kolaborasi besar. UNICEF–UNAIR bekerjasama dengan WCKOEn selaku distributor resmi dan penyedia kloset SATO wilayah timur Indonesia. WCKOEn dipimpin langsung Dr. Koen Irianto Uripan yang juga menjadi narasumber utama kegiatan.
Simak juga: https://www.instagram.com/reel/DRyrnlWkqpf/?igsh=MTZpdWVpNXVvMzh3dg==
Sebagai bentuk dukungan usaha, setiap BUMDes peserta mendapatkan modal usaha berupa 10–20 unit kloset SATO hemat air jepang. Modal ini digunakan sebagai stok awal bagi BUMDes untuk menjalankan bisnis sanitasi dengan pola kewirausahaan.
Mengenal SATO Jepang, Teknologi Sanitasi Global
SATO adalah produk sanitasi dari Jepang di bawah perusahaan LIXIL, produsen internasional yang juga menaungi merek American Standard. Produk ini pernah meraih pengakuan dunia, antara lain Best Inventions 2020 versi TIME Magazine.
Kloset SATO sendiri memiliki sejumlah keunggulan: hemat air, cukup 1 gayung (±1 liter), bebas bau berkat teknologi trap door, ringan dan kuat menahan beban >150 kg, mudah dipasang tanpa tukang, aman dari reptil dan serangga, cocok untuk daerah terbatas air, serta tahan cairan pembersih toilet umum
Praktek Lapangan: Dr. Koen Pasang SATO dalam Hitungan Menit
Bagian paling menarik dari pelatihan adalah sesi demonstrasi langsung. Dr. Koen memperagakan pemasangan SATO di depan peserta. Tanpa alat khusus, satu unit kloset berhasil dipasang rapi hanya dalam beberapa menit.
“Ini solusi ideal untuk desa-desa yang masih kekurangan air bersih. SATO membuat jamban sehat lebih mudah, murah, dan nyaman digunakan,” ujar Dr. Koen.
Pembekalan Marketing dan Strategi Usaha
Sebagai mentor sekaligus tokoh sanitasi nasional sejak 2009, gaya penyampaian Dr. Koen Irianto Uripan yang komunikatif dan humoris membuat para peserta mudah memahami materi.
Ia memberikan strategi lengkap mengenai teknis membangun bisnis sanitasi, teknik marketing, model promosi efektif, cara komunikasi menjual, hingga melaksanakan praktik langsung penjualan.
Peserta pelatihan tampak antusias karena memperoleh ilmu praktis tentang bisnis sanitasi dan Sanitarian Enterpreneur yang langsung bisa diterapkan di BUMDes masing-masing.
Nindi salah seorang sanitarian Puskesmas Tempeh mengatakan bahwa pelatihan ini sangat menarik, penyampaian materi mudah diterima, dan mudah-mudahan bisa dilaksanakan di BUMDes wilayah kami.
BUMDes Siap Menjadi Sanitation Entrepreneur
Pada akhir sesi pelatihan, para anggota BUMDes menyatakan siap menjadikan SATO sebagai produk unggulan dalam One Stop Shop Sanitasi Aman.
Dengan dukungan modal unit, pelatihan usaha, dan pendampingan teknis, BUMDes kini semakin siap mengembangkan layanan sanitasi berkelanjutan untuk masyarakat.
Produk SATO juga telah resmi tersedia di toko-toko BUMDes percontohan sebagai bagian upaya menjaga keberlangsungan program STBM di Lumajang.
Teguh M




One thought on “DR. Koen Mentor Pemasaran Sanitasi 6 BUMDes di Lumajang”