Pasuruan, Awosmedia.com,- Dispendukcapil Pasuruan laksanakan program Layanan jemput bola untuk membantu warga rentan mendapatkan dokumen kependudukan tanpa harus datang ke kantor.
Melalui program Si Mamah (Siap Melayani di Rumah) dan Jalan Pintas untuk penyandang disabilitas, petugas secara rutin mendatangi rumah warga untuk melakukan perekaman e-KTP.
Inisiatif ini menyasar kelompok yang kesulitan mengakses layanan langsung, terutama lansia, disabilitas, dan warga sakit.
Kegiatan terbaru berlangsung di Kelurahan Bendomungal, Kecamatan Bangil, Selasa (9/12/2025), ketika petugas melakukan perekaman data kependudukan pada dua penyandang disabilitas.
Proses perekaman berlangsung dari satu rumah ke rumah lain, memastikan setiap warga memiliki identitas resmi yang sah.

Proses Perekaman Langsung di Rumah
Dalam kunjungan tersebut, Wardatul Khumairoh (30), warga difabel asal Jl Tengiri Bendomungal, mengikuti perekaman sidik jari, foto, hingga tanda tangan.
Ia menyampaikan rasa syukur atas kemudahan yang diberikan pemerintah. Ia tidak perlu menuju MPP atau ke kantor Dispendukcapil Pasuruan yang jaraknya jauh dari rumah.
Baca juga: Pelatihan Hand Painting Dukung Perempuan Durungbedug Mandiri
“Senang sekali karena saya tidak usah datang ke MPP, tapi petugas yang datang ke rumah saya. Terima kasih banyak,” ujarnya.
Simak juga: https://www.instagram.com/reel/DR9OGg3kqTz/?igsh=NGZudHQ2eGZ3Zmcx
Di lokasi berbeda, Andini Wahyuningsih (24), penyandang disabilitas dari Jl Cucut Bendomungal, juga menjalani proses yang sama.
Dengan bantuan ibunya, Andini dapat melakukan perekaman meski mengalami keterbatasan fisik. Walau singkat, ucapannya menggambarkan betapa pentingnya layanan tersebut bagi penyandang disabilitas.
Perluasan Akses Administrasi Kependudukan
Kepala Dispenduk Capil Kabupaten Pasuruan, Tectona Jati, menjelaskan bahwa kedua layanan tersebut Si Mamah dan Jalan Pintas yang telah berjalan hampir tiga tahun.
Menurutnya, pendekatan proaktif ini dilakukan untuk memastikan seluruh warga memperoleh hak dasar berupa identitas kependudukan.
“Kami ingin memberikan pelayanan administrasi kependudukan secara langsung di rumah warga dengan target seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga lansia, disabilitas, atau yang kesulitan datang ke kantor Dispendukcapil,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa inovasi ini mempercepat integrasi data antarinstansi, mengurangi kesenjangan akses, serta meningkatkan efisiensi layanan publik.
Pendekatan ini dinilai efektif dalam menghilangkan hambatan jarak dan keterbatasan informasi yang selama ini dialami warga rentan.
Dampak Sosial dan Harapan ke Depan
Program jemput bola ini tidak hanya mempermudah warga, tetapi juga meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan yang berpengaruh pada akses layanan sosial, kesehatan, hingga bantuan pemerintah.
Dengan identitas resmi, warga menjadi lebih terlindungi dalam sistem administrasi negara.
Tectona Jati berharap layanan tersebut terus memperluas jangkauan. “Inovasi ini jelas menghilangkan hambatan jarak dan keterbatasan akses.
Kami berharap pemerataan layanan semakin merata dan dapat dinikmati semua warga,” pungkasnya.
Pendekatan langsung ke rumah warga ini menjadi contoh nyata bagaimana pelayanan publik dapat semakin inklusif dan responsif, terutama bagi kelompok yang selama ini terpinggirkan dalam akses administrasi kependudukan.
Ananda.




2 thoughts on “Dispendukcapil Pasuruan Laksanakan program Si Mamah”