Sidoarjo, Awosmedia.com,- Deltras Sidoarjo fokus bangkit dan berupaya untuk memulihkan performa setelah kekalahan 1-2 dari Persela Lamongan di GOR Delta, pada Selasa 11 November 2025.
Kekalahan itu membuat mereka turun ke peringkat keempat klasemen sementara dan masih meninggalkan tekanan emosional yang terasa hingga sesi latihan berikutnya.
Evaluasi Kekalahan dari Persela
Pelatih Deltras, Widodo C. Putro (WCP), mengakui bahwa para pemain belum sepenuhnya lepas dari suasana tegang pertandingan sebelumnya. Ia menyebut beberapa momen dalam laga melawan Persela masih membekas.
“Anak-anak masih terbayang kejadian-kejadian di lapangan. Tapi inilah sepak bola, kita harus profesional. Kekalahan itu bukan untuk dilupakan, tetapi untuk dijadikan pelajaran,” kata WCP.
Ia menekankan pentingnya kontrol emosi dan efektivitas penyelesaian akhir yang kurang maksimal pada pertandingan tersebut.
Persiapan Teknis Menghadapi Barito Putra
Menuju laga tandang melawan Barito Putra pada Minggu, 16 November 2025, WCP meningkatkan intensitas latihan untuk memperbaiki ball possession dan kerapian distribusi bola. Tim diminta untuk memperkuat transisi dalam bertahan dan menjaga stabilitas tempo permainan.
Baca juga: Tiga Inovasi Pemkab Sidoarjo Raih Inotek Award 2025
“Kita terus mendrill pemain agar alur bola berjalan stabil. Penguasaan bola harus rapi dan lini belakang lebih disiplin,” ujarnya.

Latihan diarahkan pada tekanan tinggi, pergerakan tanpa bola, hingga antisipasi serangan cepat Barito.
Simak juga: https://www.instagram.com/p/DQt45fikjH7/?igsh=cTQyZm00bXdoa2xn
Ancaman Bola Mati Jadi Fokus Utama
Barito Putra dikenal memiliki efektivitas tinggi pada situasi bola mati. Banyak poin mereka sepanjang musim berasal dari skema set-piece.
“Poin mereka paling banyak dari bola mati. Ini harus benar-benar kita waspadai,” tegas WCP.
Untuk itu, Deltras memperbanyak latihan duel udara, penjagaan area, dan disiplin posisi di sepertiga pertahanan.
Renan Alves Jadi Pemain yang Diwaspadai
WCP memberi perhatian khusus kepada Renan Alves, bek jangkung Barito yang menjadi target utama dalam set-piece.
“Kita harus mewaspadai pergerakannya, terutama saat masuk sepertiga area pertahanan kita. Bola-bola set-piece ke arah dia sangat berbahaya,” jelas WCP.
Lini belakang diminta menghindari pelanggaran yang tidak perlu di area berbahaya.
Mentalitas Pemain Harus Dipulihkan
Selain taktik, aspek mental menjadi perhatian utama. Kekalahan sebelumnya dikhawatirkan mengganggu fokus pemain.
“Yang terpenting adalah menjaga mentalitas pemain. Kita harus tetap fight,” ujarnya.
Para pemain diharapkan tampil lebih tenang, fokus, dan percaya diri menjalankan instruksi.
Target Mencuri Poin dari Banjarmasin
Deltras menargetkan minimal satu poin dari laga tandang ini. Namun peluang menang tetap terbuka jika tim dapat bermain lebih efektif dan memanfaatkan peluang.
Kemenangan di Banjarmasin akan menjadi momentum kebangkitan sekaligus menjaga posisi mereka di papan atas klasemen.
Ananda |Editor Teguh M Media



