Sidoarjo, Awosmedia.com,- Bupati lantik 260 pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam prosesi resmi di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (10/1/2026).
Pelantikan ini mencakup pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, serta pejabat rumah sakit daerah.
Pemerintah daerah menargetkan peningkatan kualitas pelayanan publik dan percepatan kinerja birokrasi melalui penataan sumber daya aparatur.
Bupati Subandi menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan. Ia mengarahkan para pejabat agar langsung bekerja efektif, menjaga integritas, dan memprioritaskan kepentingan masyarakat dalam setiap kebijakan.
Baca juga: Pelantikan Pejabat Pemkab Pasuruan Resmi Dipimpin Bupati Rusdi
Menurutnya, pelayanan publik yang cepat dan transparan akan memperkuat kepercayaan warga terhadap pemerintah daerah.
Sebanyak 13 pejabat menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II, 83 pejabat mengisi jabatan administrator eselon III, dan 146 pejabat menempati jabatan pengawas eselon IV.
Pemerintah juga melantik 18 pejabat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R.T. Notopuro untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat.
Dorong Efektivitas Kinerja dan Pemanfaatan Teknologi
Dalam arahannya, Subandi meminta seluruh pejabat memanfaatkan teknologi dan konektivitas digital untuk mempercepat layanan administrasi serta meningkatkan akurasi pengambilan keputusan.
Ia menilai transformasi digital dapat memangkas prosedur yang berbelit dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan publik.
“Manfaatkan konektivitas dan teknologi untuk mempercepat layanan, minimal meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. Tunjukkan kinerja yang baik,” ujar Subandi.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga mendorong setiap organisasi perangkat daerah (OPD) menyusun indikator kinerja yang terukur.
Setiap pimpinan unit wajib mengawal program prioritas agar selesai tepat waktu dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Perkuat Kolaborasi Lintas OPD dan Loyalitas
Subandi menekankan pentingnya kolaborasi lintas OPD tanpa sekat kepentingan.
Ia meminta seluruh jajaran membangun sinergi dan komunikasi terbuka agar kebijakan berjalan konsisten dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
“Tidak boleh ada kotak-kotak. Loyalitas itu penting. Kita titipkan percepatan pembangunan Sidoarjo melalui kolaborasi dan kerja keras bersama,” katanya.
Menurut Subandi, kerja lintas sektor mempercepat penyelesaian persoalan pelayanan dasar, infrastruktur, kesehatan, serta pengembangan ekonomi daerah.
Dengan koordinasi yang solid, pemerintah daerah dapat merespons kebutuhan publik secara cepat dan tepat.
Tekankan Integritas dan Fungsi Pelayan Publik
Selain kinerja, Subandi mengingatkan seluruh pejabat agar menjaga integritas dan menghindari praktik korupsi.
Ia meminta aparatur memegang prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Ia juga menegaskan bahwa aparatur sipil negara berperan sebagai pelayan publik. Setiap kebijakan harus berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, mulai dari pelayanan tingkat desa hingga kabupaten.
Disaat bupati lantik 260 pejabat ia menambahkan bahwa visi pembangunan daerah harus jelas dan diwujudkan melalui kerja nyata.
Pemerintah menargetkan Sidoarjo menjadi daerah yang berdaya saing dan berkelanjutan dengan dukungan tata kelola yang adaptif dan responsif.
“Visi misi harus jelas dan diwujudkan dengan kerja nyata, mulai dari pelayanan di desa hingga kabupaten,” pungkasnya.
Pelantikan ini diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi.
Dengan integritas, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi, pemerintah daerah menargetkan dampak sosial berupa layanan yang lebih cepat, transparan, dan merata bagi warga Sidoarjo.
Ananda. D.S




One thought on “Bupati Lantik 260 Pejabat Tingkatkan Pelayanan”