Atlanta, Awosmedia.com,- Argentina pertahankan asa untuk mempertahankan gelar juara setelah menaklukkan Mesir dengan skor dramatis 3-2 dalam laga babak gugur Piala Dunia.
Sempat tertinggal dua gol, tim asuhan Lionel Scaloni menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan pada menit-menit akhir. Kemenangan ini memastikan langkah Argentina ke babak berikutnya sekaligus menjaga peluang mereka mempertahankan trofi dunia.
Mesir tampil percaya diri sejak peluit awal dibunyikan. Tim tersebut langsung memberikan tekanan tinggi kepada lini belakang Argentina dan berhasil membuka keunggulan pada menit ke-15.
Baca juga: Galeri UMKM Perluas Promosi Produk Unggulan Daerah Berkualitas
Yasser Ibrahim mencetak gol melalui sundulan yang gagal dijangkau kiper Emiliano Martínez setelah memanfaatkan umpan matang dari sisi sayap.
Keunggulan Mesir membuat Argentina meningkatkan intensitas serangan. Lionel Messi memperoleh peluang emas untuk menyamakan skor setelah Nicolas Tagliafico dilanggar di area terlarang.
Namun, eksekusi penalti kapten Argentina itu berhasil digagalkan kiper Mostafa Shobeir. Kegagalan tersebut menjadi penalti kedua yang tidak mampu dikonversi Messi sepanjang turnamen.

Mesir Tampil Efektif, Argentina Terus Menekan
Shobeir menjadi salah satu pemain paling menonjol pada babak pertama. Ia melakukan sejumlah penyelamatan penting, termasuk menggagalkan sundulan Alexis Mac Allister dan peluang berbahaya dari Julian Álvarez. Penampilan impresif sang penjaga gawang membuat Argentina kesulitan mencetak gol hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Mesir kembali mengancam pertahanan Argentina. Zico sempat membobol gawang Emiliano Martínez, tetapi wasit menganulir gol tersebut setelah meninjau tayangan VAR.
Keputusan itu diambil karena terdapat dugaan pelanggaran terhadap Lisandro Martínez dalam proses terciptanya gol.
Simak juga: https://www.instagram.com/p/DagEjc3iEUa/?igsh=OWd5dmFtZmFqN3hm
Meski gol pertama dianulir, Mesir akhirnya berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-68. Kali ini Zico melepaskan tendangan keras yang tidak mampu dihentikan Martínez. Skor berubah menjadi 2-0 dan membuat Argentina berada di ambang tersingkir dari turnamen.
Kebangkitan Argentina pada Menit-Menit Akhir
Tertinggal dua gol, Argentina tidak kehilangan semangat. Tim berjuluk Albiceleste terus meningkatkan tekanan dan akhirnya memperkecil ketertinggalan pada menit ke-80. Cristian Romero menyundul bola hasil umpan sepak pojok hingga mengubah skor menjadi 1-2.
Gol tersebut membangkitkan kepercayaan diri Argentina. Hanya berselang beberapa menit, Lionel Messi akhirnya menebus kegagalan penaltinya.
Menerima umpan di depan kotak penalti, ia melepaskan tendangan keras yang sempat disentuh Mostafa Shobeir sebelum masuk ke dalam gawang. Skor berubah menjadi 2-2 pada menit ke-83.
Momentum pertandingan pun berbalik. Mesir mencoba kembali menyerang demi mencari gol kemenangan, tetapi strategi tersebut membuka ruang bagi serangan balik Argentina.
Pada salah satu serangan cepat, Lautaro Martínez mengirimkan umpan silang akurat yang disambut sundulan Enzo Fernández. Bola meluncur ke gawang dan membawa Argentina unggul 3-2.
Protes Mesir Tak Ubah Hasil Akhir
Gol kemenangan Argentina sempat memicu protes keras dari para pemain dan staf Mesir. Mereka menilai terjadi pelanggaran dalam proses serangan.
Namun, wasit François Letexier tetap mengesahkan gol tersebut setelah mempertimbangkan situasi di lapangan. Beberapa pemain Mesir kemudian menerima kartu kuning dan kartu merah akibat melakukan protes berlebihan.
Hasil ini memastikan Argentina tetap pertahankan asa gelar juara Piala Dunia. Di sisi lain, Mesir harus mengakhiri perjuangannya setelah memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan.
Laga ini menjadi bukti bahwa efektivitas, mental bertanding, dan kemampuan memanfaatkan momentum tetap menjadi faktor penentu di level tertinggi sepak bola dunia.
And.



