Sidoarjo, Awosmedia.com,- Cegah kepanikan massal saat gempa menjadi tujuan utama Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) di Sidoarjo, Sabtu (17/10/2026). BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang menggelar kegiatan itu di pendopo Delta Wibawa, dengan 53 peserta dari TNI, Polri, ASN, dan masyarakat umum.
Pemkab Sidoarjo menilai warga yang paham lebih mudah bersikap tenang. Karena itu, pemerintah daerah mendukung penuh pelatihan ini.
Guncangan Sering Picu KepanikanAsisten
Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Sidoarjo Moh. Bahrul Amig menyoroti dampak psikologis gempa. Ia mewakili Bupati Sidoarjo H. Subandi saat membuka SLG.
Baca juga: KPPN Sidoarjo Dukung KDMP, Bupati Soroti Aset dan Lokasi
Menurut Bahrul, getaran gempa yang kerap merambat hingga ke pemukiman sering membuat warga cegah panik. Situasi itu bisa memperburuk keadaan karena orang bergerak tanpa arah.
Ia mengajak peserta mengubah rasa takut menjadi kesiapsiagaan nyata. “Kita tidak bisa mencegah gempa bumi terjadi, tetapi kita bisa menekan dampaknya seminimal mungkin,” kata Bahrul.
Latihan Bikin Warga Tidak Bingung
Pelatihan semacam ini juga berjalan di daerah lain. Dalam SLG di Lombok Barat, Sekretaris Daerah Fauzan berharap peserta didik tidak panik ketika gempa terjadi. Seorang peserta di sana menyebut SLG mendorong kemampuan evakuasi mandiri sehingga warga tidak bingung saat gempa.
Di Sidoarjo, Kepala Stasiun Geofisika Malang Ricko Kardoso menekankan hal serupa. Ia menyebut edukasi harus berjalan masif sebelum bencana datang, karena Indonesia termasuk wilayah rawan gempa dan tsunami.

Peserta Jadi Penular Ilmu
Bahrul meminta peserta aktif membagikan materi kepada keluarga dan lingkungan masing-masing. Satu orang yang paham diharapkan mampu menenangkan banyak orang di sekitarnya.
Hoaks Perparah Kecemasan
Kepanikan sering membesar karena kabar yang belum tentu benar. Setelah gempa kuat, isu ramalan kerap beredar dan membuat masyarakat resah.
Pejabat BMKG pernah mengingatkan bahwa masyarakat tidak perlu percaya ramalan gempa karena waktu, lokasi, dan kekuatannya belum bisa diprediksi. Ricko menyampaikan pesan yang sama di Sidoarjo.
Ia menjelaskan, kajian Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) 2024 memetakan Sesar Waru yang melintasi Sidoarjo. Sesar itu berpotensi memicu gempa hingga magnitudo 6,8. Namun, angka tersebut menggambarkan potensi, bukan kepastian kejadian.
“Keberadaan potensi inilah yang harus kita respons dengan kesiapsiagaan,” ujar Ricko.
Himbauan untuk Warga
BMKG meminta masyarakat tetap tenang dan selalu memantau informasi resmi. Warga juga sebaiknya memeriksa sumber kabar sebelum membagikannya.
Pemkab Sidoarjo berharap SLG melahirkan warga yang siap bertindak, bukan warga yang mudah cemas. Dengan begitu, risiko korban akibat kepanikan bisa ditekan.
Ananda



